Usaha Snacknya Viral, Namun Berhenti Saat Ibunda Hilang Bencana Palu. Pemuda Ini Sukses Bangkit Lagi Bangun Bisnis Snack Di Bali!

MEyuk merupakan salah satu merk dari Bali yang khusus menjual snack dengan bumbu khas Bali. Lahir dari tangan pria bernama Rikardy Putra Nugraha, SH di bawah bendera perusahaan Malindo AREA yang kini sudah miliki 500 kawan se-Bali. Sebelum memulai merintis bisnis snack ini, Rikardy pernah memiliki usaha Kabilasasnack yang viral semenjak tahun 2018. Berikut ini ialah wawancara singkat dengan Rikardy Putra Nugraha.

Halo pak Rikardy, bisa diceritakan mengenai latar belakang pendidikan Anda?

Halo Mebiso, Assalamualaikum Wr Wb. Latar pendidikan terakhir sy ialah Sarjana Hukum di Universitas Hasanuddin, pendidikan yang sepertinya tidak terlalu berhubungan dengan kegiatan saya dikala ini.

Meyuk ini bisnis yang seolah-olah apa sih, pak? Darimana wangsit awal pendiriannya

Meyuk ini abreviasi dari Makan Enak yuk, hehehe. Brand yg saya dapatkan dari ajakan sobat-sahabat ketika itu saya berlibur di Bali. Makan lezat yg dalam pemahaman saya terkait wacana masakan Khas Bali. Setahu saya ada beberapa masakan khas yg wajib dikunjungi dikala lagi di Bali, seakan-akan ayam betutu, nasi ayam dengan bumbu khas sambal matahnya, serta sambal balinya. Lalu ada beberapa sentra oleh- oleh bsar yg kami kunjungi ketika di Bali. Nah disinilah pandangan baru utamanya. Saya itu penggemar kacang-kacangan. Saat di sentra buah tangan itulah saya melihat banyak kacang-kacangan yang menjadi oleh-oleh namun tidak ada dengan bumbu khas bali, namun bisa laku…Wah peluang nih jikalau kacang itu dikombinasikan dengan bumbu khas bali yg sudah saya sebutkan tadi. Itulah awal mula ilham Meyuk ini muncul.

Lalu bagaimana cara Anda memasarkan bisnis ini?

Alhamdulillah, dikala ini saya membuka satu gerai awal di pusat pariwisata Legian, dengan menggandeng banyak kawan yang siap memasarkan atau menyediakan daerah untuk kami memasarkan snack Meyuk ini. Snack yang hanya dijual di Bali ini juga dipasarkan lewat media umum seolah-olah Instagram dengan akun @meyukindonesia, dan halaman facebook Meyuk Indonesia. Sudah banyak calon reseller dari luar Bali yang ingin bermitra, namun dengan ciri khas yang dimiliki, Meyuk untuk dikala ini biarlah kami memenuhi pasar bagi para wisatawan dulu, baik domestik maupun mancanegara.

Peristiwa apa yang mengawali karir Anda untuk masuk ke dunia entrepreneur?

Dulunya saya berkiprah di Sulawesi, tepatnya di Luwu Utara, Sulawesi selatan. Usaha saya berada di Desa yang berjarak +-500 kilometer dari Makassar, Ibukota Sulawesi Selatan. Kegiatan produksi snack dengan merk @kabilasasnack yang viral semenjak tahun 2018, namun berubah drastis dikala insiden gempa, tsunami Likuifaksi terjadi di Palu, tanah kelahiranku yang saat itu merenggut Ibunda tercinta yang hilang dan hingga dikala ini belum ditemukan. Kediaman kami berada di Kelurahan Petobo, salah satu kawasan yang terkena Likuifaksi dan mengakibatkan tanah bergeser. Tiga rumah kediaman kami amblas ditelan bumi dan bergeser satu kilometer dari titik awal. Ibunda yakni salah satu korban yang hilang. Kami memang tinggal di Sulawesi Selatan, tapi rumah kami beserta dua kakak dan keluarga besar berada di Kota Palu. Saat itu ibu hanya sekedar berkunjung melihat cucu, namun naas insiden itu. Enam bulan kegiatan produksi saya di Sulawesi Selatan putus total alasannya kami fokus pencarian ibunda di Palu. Pasca kejadian Palu, saya putuskan untuk eksklusif pindah dan memulai usaha gres di Bali, karena terlalu banyak kenangan dengan ibunda yang blm sanggup saya terima, terlebih saya yakni putra bungsu dan satu-satunya laki-laki. Kakak saya semuanya berkarier di Palu. Ada yang menjadi Dosen dan Dokter.

Pengorbanan terbesar untuk menjadi entrepreneur?

Banyak yah, apalagi memang saya tidak mempunyai dasar pendidikan terkait bisnis. Sejak mahasiswa saya sudah berjualan es di kampus, jualan roti, jualan pulsa dan lainnya yang sanggup menghasilkan untuk membangun bisnis yang saya mimpikan serta membahagiakan orang bau tanah. Namun ketika ini kehilangan ibundalah yang menjadi hal yg menyakitkan di dikala kegiatan bisnis saya sudah mulai berekspansi dari desa ke kota dan sudah mulai besar.

Ketika Anda mengalami kegagalan, hal-hal apakah yg menciptakan Anda berdiri?

Keluarga, capaian serta tekad terbesar saya yakni untuk membahagiakan keluarga.

Pengalaman paling berkesan apa yang pernah Anda alami selama menjalankan bisnis ini? 

Pengalaman paling berkesan ialah mengalami penolakan berkali-kali saat menawarkan snack-snack yang kami produksi. Dimana penolakan itu ternyata menjadi pemicu untuk lebih bekerja keras lagi.

Tantangan dan hambatan yang pernah anda hadapi dan bagaimana Anda mengatasinya? 

Tantangan dan kendalanya berdasarkan sy ialah memperkenalkan produk yg betul2 masih gres, sy diuntungkan alasannya yaitu menjual atau memperlihatkan snack dengan bumbu khas Bali yg benar-benar sangat dicari dan dikemas dengan bentuk yg berbeda, dalam hal ini kacang-kacangan.

Sentuhan yang membuat bisnis Anda berbeda apa?

Seperti yang saya sebutkan di awal, bahwa ada bumbu khas kuliner bali yg kami jual. Kami memperlihatkan kacang disko dengan varian rasa khas bali seperti bumbu ayam betutu, sambal matah bali dan sambal bali. Ada juga curry jeruk. Saat ini snack Meyuk hanya ada dan dijual di Bali, melayani pengiriman keluar Bali hanya seminggu sekali, dan pelanggan harus bersabar di daftar antrian. Info lengkap di akun instagram @meyukindonesia

Apa planning ke depan yang akan Anda lakukan untuk berbagi bisnis?

Saya ingin Meyuk ini menjadi snack yg diingat oleh para wisatawan lokal maupun domestik dikala berkunjung ke Bali. Dengan tagline “Ke Bali? Jangan pulang tanpa snack Meyuk!” Saya pikir akan mengingatkan para wisatawan bahwa ada meyuk di Bali dan Meyuk hanya di jual di Bali.

Pengalaman paling berkesan selama menjalankan bisnis Anda?

 Banyak proses yg sudah dilewati. Yang paling berkesan yaitu bisa menjual snack 100.000 dalam seminggu. Itu merupakan pencapain yg hingga dikala ini saya kenang. Saat ini saya yaitu Bendahara HIPMI di Kabupaten Luwu Utara. 

Apa kebiasaan pagi yang selalu Anda lakukan untuk memulai hari?

Saya seorang muslim,  bangkit jam 03.30 untuk sholat. Lalu dilanjutkan dengan sholat Subuh. Setelah sholat saya menyusun acara/ planning untuk kegiatan hari itu dengan target capaian yang maksimal.

Bagaimana Anda menilai market sekarang, apa yang dilakukan bisnis Anda untuk memenuhinya? 

Untuk ketika ini, pemenuhan persediaan dan ajakan ialah hal yg wajib kami lakukan. Sejak MEyuk mulai dikenal, alhamdulillah kunjungan ke gerai atau undangan dari mitra sudah sangat meningkat.

Rencana ke depan untuk berbagi bisnis?

Saat ini saya fokus untuk produksi kudapan khas Bali, memang pasarnya masih terbuka lebar.

Sebagai seorang pebisnis, siapa yang jadi motivator Anda. Apa quote yang paling berkesan sampai sekarang terus Anda genggam? 

Orang anyir tanah yaitu motivator terbesar saya. Ibunda yang dengan sabar telah mendidik kami sehingga menjadi menyerupai dikala ini. Ayahanda menitipkan sikap pantang mengalah untuk kami. Tekun, sabar, konsisten dan bekerja keras yaitu sikap dari orang renta yg dititipkan pada kami.

Sebagai pebisnis nih, apa saran terbaik yang mampu Anda berikan kepada para entrepreneur di Indonesia? 

Jangan takut gagal, takutlah ketika kita tidak pernah berani untuk memulai!

Akun ig: rikardy_omcaco

Ig snack: @meyukindonesia

Rikardy bersama produknya, MEyuk

Tinggalkan komentar