Ukur Tingkat Kemakmuran Pegawai Anda Dalam Memicu Produktifitasnya!

Tahukah Anda bahwa, kemakmuran yang diberikan oleh tempat bekerja sanggup memicu produktifitas pegawai-pegawainya? Namun sayangnya, sebagian dari pemilik bisnis umumnya hanya terfokus pada tingginya produktifitas seorang pegawai dan kurang memperhatikan tingkat kemakmurannya. Padahal kedua hal tersebut saling berkait dan tidak dapat dipisahkan.

Bayangkan saja, jika Anda dipaksa untuk terus bekerja dengan hasil yang tinggi namun upah yang Anda dapatkan tidak layak sebagai nilai tukarnya. Apakah Anda akan tetap bekerja pada daerah tersebut dan memperlihatkan yang terbaik dari diri Anda? Sebagai orang yang cerdas, tentu Anda mengelak dan akan menuntut hak Anda. Bila tuntutan tidak digubris, ya tentu saja Anda akan melayangkan surat pengunduran diri bukan? Itulah hal yang sama, yang akan dipertimbangkan oleh pegawai-pegawai Anda.

Untuk itu, sebagai pemilik bisnis yang bijak, Anda perlu mengetahui pula seberapa tingkat kemakmuran pegawai Anda, hingga bisa mendorong produktifiasnya. Berikut yakni tolak ukur yang patut Anda ketahui.

1. Kebutuhan fisiologis

Merupakan rasa ingin memenuhi kebutuhan fisiologis yang paling dasar. Kebutuhan fisiologis ini di antaranya yakni kebutuhan akan makan, minum, pakaian, barang-barang, rumah dan kebutuhan kepuasan lainnya. Apabila seseorang telah merasa setiap kebutuhan fisiologisnya terpenuhi maka barulah orang tersebut akan berusaha untuk memiliki kebutuhan lain yang lebih tinggi.

Jika bisnis Anda masih gres, maka maklum sekali kalau pegawai Anda masih banyak di tingkat ini. Namun bisnis Anda harus segera berkembang supaya suatu ketika bisa melayani kebutuhan pegawai Anda. Karena ketika mereka tidak bisa memenuhi kebutuhan dari bisnis Anda, maka tidak ada alasan bagi mereka untuk bertahan bersama Anda.

2. Kebutuhan rasa aman

Kebutuhan rasa aman akan muncul apabila seseorang telah merasa setiap kebutuhan fisiologisnya terpenuhi. Kebutuhan rasa kondusif misalnya donasi dari ancaman, perkembangan karir, hingga jaminan hari renta.

3. Kebutuhan sosialisasi

Apabila kebutuhan fisiologis dan rasa kondusif telah terpenuhi maka seseorang akan meningkatkan kebutuhannya pada sosialisasi. Pada kebutuhan sosialisasi ini, setiap orang ingin menjalin korelasi yang dekat dengan orang lainnya serta sanggup membaur dan membangun komunikasi.

4. Kebutuhan legalisasi

Setiap orang yang mempunyai kebutuhan pengakukan pastinya telah merasa kebutuhan fisiologis, rasa aman dan sosialisasinya telah terpenuhi sehingga ia meningkatkan kebutuhannya ke level yang lebih tinggi. Pada kebutuhan ratifikasi, setiap orang ingin merasa diakui oleh orang lain sebagai orang yang mampu menguasai suatu bidang atau beberapa macam bidang sampai menerima rasa hormat oleh orang lain.

5. Kebutuhan aktualisasi diri

Jika seseorang telah merasa kebutuhan fisiologis, rasa aman, sosialisasi dan pengakuannya telah terpenuhi, maka ia akan merasa memerlukan aktualisasi diri. Pada kebutuhan aktualisasi diri, seseorang ingin menunjukkan siapa dirinya yang bekerjsama tanpa perlu menutupi dan menjadi orang lain. Pada kebutuhan ini seseorang ingin sanggup menunjukkan kemampuan yang dimiliki dan bisa mengembangkan talenta yang ada pada dirinya. Jika bisnis anda sudah sampai di tahap ini, maka selamat. Anda punya pegawai loyal yang akan berusaha berkembang bersama Anda.

Setelah Anda mengetahui pada tahapan manakah kemakmuran pegawai Anda, kini saatnya Anda melaksanakan pendekatan-pendekatan lain untuk meningkatkan produktifitas pegawai Anda. Kami yakin, bahwa ketika ini Anda mengalami kebingungan terkait hal ini dan membutuhkan dongeng dari para Milyader mengenai apa dan bagaimana mereka sanggup meningkatkan produktifitas pegawainya.

5 Formula Rahasia Para Pebisnis Milyaran

Tidak tabah? Langsung download saja ebook gratisnya pada halaman download ebook formula rahasia para milyader dalam membangun dan mengembangkan bisnisnya! Ebook ini, masih gratis, jadi segera download kini sebelum berbayar dan dihapus dari peredaran!

Tinggalkan komentar