Trik Jitu Menangangi Pelanggan Yang Marah

Menangani pelanggan yang murka merupakan salah satu dari aspek paling menantang dalam suatu pekerjaan. Baik berhadapan pribadi atau lewat telepon, kemungkinan Anda akan berhadapan dengan rasa putus asa, kemarahan kasar dan ketidaksabaran. Kunci keberhasilan dalam menangani pelanggan yang marah yaitu tetap hening. Teruskan membaca untuk mengetahui cara menangani pelanggan yang murka.

Untuk memudahkan Anda, berikut kami paparkan beberapa intruksi yang harus Anda lakukan untuk meredakan kemarahan pelanggan:

1. Dengarkan baik-baik apa yang dikatakan pelanggan

Pelanggan yang murka umumnya hanya membutuhkan seseorang sebagai kawasan pelampisan emosi mereka dan hari ini, orang itu yakni Anda. Artinya Anda harus melakukan yang terbaik untuk mendengarkan dengan cermat apa yang mereka katakan. Berikan perhatian penuh pada pelanggan, jangan melihat sekeliling, terdiam, atau membiarkan hal-hal lain mengalihkan perhatian Anda. Tatap pelanggan yang sedang bicara dan dengarkan baik-baik apa yang mereka katakan.

2. Tetap hening dan sesuaikan teladan pikir Anda

Berbicara lebih perlahan dan tetap tenang. Anda akan terkagum-kagum bagaimana Anda sanggup berpikir lebih baik, bisa lebih mengendalikan keadaan, dan menjadi lebih percaya diri dikala Anda menurunkan kecepatan berbicara Anda. Ketika keadaan memicu emosi Anda meningkat maka berbicaralah perlahan sehingga Anda akan bersikap hening selama percakapan yang sulit

3. Pisahkan perasaan Anda dari situasi tersebut

Bila seorang pelanggan sangat murka, ia mungkin akan memberikan sesuatu (atau banyak hal) yang sangat kasar. Perlu diingat bahwa Anda dihentikan tersinggung. Ia murka pada bisnis, produk, atau layanan yang mereka dapatkan, mereka tidak murka pada Anda sebagai pribadi. Anda harus mengesampingkan perasaan pribadi Anda.

4. Memberikan kompensasi

Janji untuk melaksanakan yang terbaik untuk merampungkan duduk persoalan. Jika, misalnya, seseorang mendapatkan produk yang rusak, aturlah biar diganti secepat mungkin. Tawarkan untuk mengkompensasi pelanggan dengan hadiah atau pengantaran gratis.

5. Bersimpatilah secara aktif.

Menunjukkan simpati akan membantu pelanggan memahami bahwa Anda benar-benar berusaha menolong mereka dan Menginformasikan pelanggan tentang langkah-langkah embel-embel yang Anda ambil untuk memperbaiki duduk dilema itu. Jika perlu berkonsultasi dengan supervisor atau mencari informasi pelengkap dan berjanji untuk menelepon kembali pada waktu yang telah ditentukan.

6. Minta maaf

Biarkan pelanggan tahu bahwa Anda sangat menyesal. Minta maaf bisa memudahkan Anda. Terkadang, pelanggan yang marah hanya ingin seseorang minta maaf pada mereka alasannya pelayanan yang jelek. Semoga pelanggan akan tenang sehabis Anda meminta maaf atas nama perusahaan.

Jika bisnis Anda memiliki pelayanan customer service, Anda bisa mulai mengasah dan mengembangkan kemampuan tim customer service Anda. Seperti yang ada di dalam artikel ini, Anda akan mendapatkan ide seputar peningkatan keterampilan dalam customer service Anda.

 

Tinggalkan komentar