Tips Terampuh Menangani Komplain Pelanggan

Apa yang Anda pikirkan ketika Anda mendengar kata-kata komplain? Sesuatu hal yang nyata atau hal yang negatif? Mindset kita selalu bereaksi secara negatif jika kita mendengar kata-kata komplain. Kenapa? Kita selalu kaitkan komplain dengan sesuatu yang tidak yummy atau buruk. Padahal, komplain bukanlah sesuatu yang buruk, komplain yakni masukan untuk kita wacana kelemahan dari perusahaan kita atau diri kita sendiri. Komplain merupakan sesuatu hal yang nyata. Yang menciptakan negatif ialah cara menyampaikannya dengan murka-murka. Makara, kita bukan malas menghadapi komplainnya, melainkan malas menghadapi murka-marahnya, kan?

Ketika meng-handle komplain, Anda harus mengingat satu hal. Komplain yakni sesuatu hal yang konkret. Sesuatu yang membuat tidak menyenangkan dari komplain yaitu murka-murka. Makara, ketika Anda meng-handle komplain pelanggan, Anda hanya membutuhkan dua cara, yaitu:

1. Buat secepat mungkin marah-marahanya reda dahulu alasannya ketika sudah tidak marah yang sisa yakni problemnya. Kaprikornus, Anda tidak sanggup menuntaskan masalah selama customer sedang murka-murka. Karena kalau ia sedang murka-marah dan Anda hendak mencoba untuk memecahkan problem, Anda akan juga kena marahnya juga. Lantas bagaimana caranya biar kemarahan customer cepat reda? Kuncinya yakni “Don’t speak”, Jangan jawab, Jangan membahas, Jangan menjelaskan pada saat customer sedang murka. Biarkan ia untuk melepaskan unek-uneknya, biarkan beliau melepaskan amarahnya supaya amarahnya selesai.

2. Begitu amarahnya reda atau tamat, tidak murka lagi, sudah agak damai, gres Anda mencoba menjelaskan atau memecahkan masalahnya. Yang harus Anda ingat ialah ketika seseorang sedang emosional, dia tidak dapat berpikir secara logis. So, ketika customer sedang emosi dan Anda sedang berusaha untuk menjelaskan ihwal hukum, mekanisme atau salah paham mungkin, itu semua termasuk hal-hal yang logis. Jadi, orang yang sedang emosi tidak sanggup berpikir secara logis, Anda harus memastikan bahwa amarahnya sudah reda dan Anda sanggup meng-handle komplain pelanggan Anda dengan baik.

Anda mungkin lebih suka share artikel ini di facebook atau twitter? Gunakan tombol share untuk memudahkan Anda. Semakin Anda share artikel ke facebook atau twitter Anda, semakin banyak sahabat-sobat Anda yang akan memperoleh manfaat dari artikel ini.

Tinggalkan komentar