Tak Lagi Bill Gates, Bos Amazon Kini Jadi Orang Terkaya Di Dunia. Ini Profile Lengkapnya!

Jeffrey Preston Bezos atau akrab dipanggil Jeff Bezos lahir 12 Januari di 1964 di Albuquerque, New Mexico, Amerika. Ia yakni anak dari pasangan Mike dan Jackie Bezos. Nama Bezos berasal dari kata “besos”, bahasa Spanyol yang mempunyai arti ciuman. Jeff Bezos ialah pendiri, CEO dan Ketua Dewan Direktur Amazon.com. Ia merupakan lulusan Universitas Princeton yang pernah bekerja sebagai analis keuangan. Ia menikah dengan MacKenzie Bezos pada tahun 1993.

Pada usia tiga tahun, ia membongkar sendiri box yang jadi tempat tidurnya menjadi ranjang biasa menyerupai yang pernah dimintanya. Sejak kecil Jeff yaitu murid yang sangat fokus. Setiap perintah dari gurunya, selalu dikerjakan dengan serius. Pada usia sepuluh tahun, Jeff diberi tahu oleh ayahnya bahwa dia hanya anak adopsi dan bukanlah anak kandungnya.

Sejak 27 Oktober 2017, Jeff Bezos menjadi orang terkaya di dunia. Hal ini terjadi karena Bezos mendapat tambahan kekayaan sebesar US$ 7 miliar (sekitar Rp 94,5 triliun) dalam semalam. Sebagaimana dikutip CNBC, Senin (30/10/2017), nilai saham Amazon melonjak setelah mempublikasikan laporan pendapatannya. Berdasarkan kalkulasi CNBC dan data Bloomberg Billionaires Index, kekayaan pria pendiri perusahaan wisata luar angkasa Blue Origin itu ditaksir melebihi US$ 90 miliar (sekitar Rp 1.216 triliun). Jeff Bezos pun sah menjadi orang terkaya di dunia menggantikan Bill Gates, yang sekarang menduduki posisi orang terkaya nomor dua di dunia. Menurut Forbes, Bezos ialah orang keenam yang menyandang predikat orang terkaya di dunia dalam 30 tahun terakhir.

 

Dia memulai Amazon pada 1994 dikala ia menjual buku dari bengkelnya di Seattle. Sebelum berubah menjadi sejumlah besar produk lainnya dan menangkap dorongan global untuk belanja online mirip kini.

Dalam sebuah pidato di Princeton University, Bezos menemukan ilham untuk menjual buku lewat internet dikala ia bekerja di sebuah hedge fund di New York. Sempat ragu untuk meninggalkan pekerjaan yang bergaji tinggi, Bezos akibatnya memilih untuk mewujudkan idenya tersebut. Ia kemudian mendirikan Amazon. Berkat idenya itu, Bezos pun merangkak menuju puncak kejayaan. “Saya tidak mengambil jalan aman untuk memenuhi keinginan saya dan saya gembira dengan pilihan itu.” Ujar Bezos. Jeff Bezos juga telah menggunakan sebagian kekayaan yang telah ia dapatkan untuk membeli Washington Post dan berinvestasi dalam perjalanan luar angkasa melalui Blue Origin, sebuah perusahaan yang didirikannya pada 2000.

 

Namun, tak seolah-olah Gates yang meninggalkan jabatannya di Microsoft, Bezos tetap secara aktif menjalankan dan membangun bisnis. Akan tetapi, Bezos cenderung tak banyak bicara, jarang diwawancara, maupun hadir di depan publik. Ia jauh dari predikat hiperkompetitif. Ia pun tidak menawarkan sisi filantropinya dengan terang. Ini berkebalikan dengan apa yang dilakukan Gates. Faktanya ia memiliki properti dalam jumlah besar. Ia membeli rumah paling mahal di Washington DC dan mempunyai beberapa rumah di Beverly Hills dan New York, serta properti lainnya di Medina, Washington. Namun demikian, ia tetap mengemudikan mobil jadul Honda Accord 1996 meski sudah menjadi Miliarder.

 

Seperti Gates dan milionair lain, Bezos juga banyak menggunakan kekayaannya untuk bersedekah. Bezos diperkirakan telah menyumbangkan US$ 100 Juta atau sekitar Rp 13 Triliun untuk aktivitas sosial. Sementara Gates telah tercatat menyumbangkan kekayaan US$ 30 Miliar atau setara Rp 399 Triliun untuk kegiatan sosial. Bezos punya cara unik dalam berdonasi, dia bertanya kepada pengikutnya di Twitter untuk menyumbangkan pandangan baru program sosial yang bisa dilakukan.

 

Ketika ditanya apakah hidupnya berubah saat sudah menjadi miliarder, Bezos mengaku tidak banyak ada perubahan yang terjadi. “Secara langsung, tidak ada perubahan sama sekali. Perubahannya yakni sekarang kami mempunyai 50 juta dollar AS di bank yang merupakan jumlah yang sangat besar.” tuturnya.

Tinggalkan komentar