Supaya Dicoblos: 4 Strategi Digital Marketing Untuk Mensukseskan Kampanye Caleg

4 Strategi Digital Marketing Untuk Mensukseskan Kampanye Caleg – Tak bisa dipungkiri bahwa tahun 2019 ini yaitu tahun politik yang cukup panas.

Partai-partai politik di Indonesia berlomba-lomba berebut pemberian untuk memenangkan Pemilu (Pemilihan Umum) yang diselenggarakan 5 tahun sekali ini.

Caleg atau calon legislatif juga turut berpartisipasi di pemilu. Namun, partisipasi para caleg ini tidak gampang.

Mereka harus menghadapi lawan-lawan politik untuk merebut sumbangan pemilih lewat kampanye caleg yang mereka gagas.

Dengan begitu mereka bisa sukses mendapatkan jabatan anggota dewan.

Karena tingkat kompetisi yang semakin ketat, para caleg haruslah mempunyai seni administrasi yang matang supaya bisa menang.

Dalam artikel ini, Mebiso akan mengulas 4 taktik digital marketing yang bisa dilakukan caleg untuk mendapatkan dukungan.

kampanye caleg haruslah kreatif
Sumber gambar: unsplash.com/@kaleidico

1. Kampanye caleg yang paling penting di dunia digital adalah mempunyai pandangan baru yang segar dan unik

Sama seolah-olah strategi digital marketing pada umumnya, mempunyai wangsit yang segar dan unik menjadi bekal seorang caleg untuk tampil menonjol dibanding caleg lain.

Ide kampanye yang dimiliki pun dilarang asal dalam proses eksekusinya.

Untuk wangsit kampanye yang rumit, seorang caleg dan tim suksesnya perlu mengemas pesan yang disampaikan dalam bahasa yang gampang dipahami.

Misalkan ada seorang caleg dan tim suksesnya yang mengusung pandangan baru abolisi pajak STNK.

Ide kampanye tersebut sebaiknya dibentuk dalam format yang ringkas dan simpel dipahami seakan-akan dalam bentuk infografis atau video disertai dengan gambaran pendukung.

kampanye komedi memantik gelak tawa
Sumber gambar: unsplash.com/@david_calderon

2. Membuat kampanye komedi semoga bisa dibagi

Konten komedi selalu sanggup mencuri perhatian. Apabila dibuat dan disuguhkan dengan benar, konten komedi bisa meningkatkan gambaran faktual seorang caleg.

Kampanye dengan genre komedi yang apik dan bisa membuat tawa nantinya akan membuat orang-orang secara sukarela membagikan konten tersebut.

Ketika banyak orang yang menyukai dan membagikan konten kampanye tersebut, kampanye tersebut menjadi viral dan menarik lebih banyak orang.

Dalam membuat kampanye bergenre komedi, seorang caleg harus berhati-hati. Komedi yang tak pantas malah akan menjadi bumerang menciptakan dapat dipercaya seorang caleg diragukan.

caleg menggunakan twitter untuk berkomunikasi
Sumber gambar: unsplash.com/@martenbjork

3. Berpartisipasi dalam diskusi publik di twitter

Twitter yaitu media sosial yang sering digunakan masyarakat Indonesia untuk memposting wangsit, gagasan, serta unek-unek mereka.

Masyarakat Indonesia seringkali membuat tweet (postingan di Twitter) mengenai keluh kesah mereka sebagai warga Indonesia.

Dalam tweet-tweet tersebut, sanggup kita ditemukan unek-unek dan impian masyarakat.

Isinya beragam.

Bisa mengenai kebijakan transportasi umum, tata kelola BUMN, bahkan hingga urusan yang lebih personal mirip pernikahan.

Seorang caleg bisa berpartisipasi dalam percakapan online tersebut. Ia bisa menjawab keluh kesah masyarakat dengan lebih efisien tanpa harus menemui masyarakat satu per satu.

Apabila ditanggapi secara serius dengan ditambah balasan atau komentar yang cerdas, perlahan tapi niscaya masyarakat mulai percaya kepada caleg yang bersangkutan.

caleg berkampanye dengan influencer
Sumber gambar: www.pexels.com/@rawpixel

4. Melakukan co-branding dengan influencer

Apabila seorang caleg tidak memiliki popularitas yang cukup untuk bisa dikenali oleh masyarakat, Ia bisa memanfaatkan popularitas influencer untuk keperluan kampanyenya.

Hal pertama yang bisa dilakukan yaitu dengan mengidentifikasi influencer yang sesuai dengan bidang yang akan dimasuki seorang caleg.

Jika seorang caleg mendaftarkan diri mengikuti pemilu untuk posisi anggota dewan bidang olahraga, tentunya ia perlu menggandeng influencer yang bergelut di bidang olahraga juga. Atlit misalkan.

Setelah itu, sang caleg dan tim sukses bisa membuat konten kerja sama antara caleg tersebut dengan influencer yang dipilih.

Itulah 4 taktik digital marketing yang bisa dipakai caleg untuk melaksanakan kampanye.

Memenangkan pemilu serupa dengan memenangkan perhatian calon pelanggan. Strategi yang matang didukung dengan hukuman yang konsisten akan memberi hasil terbaik.

Baca juga artikel menarik lainnya:

5 Momen Suram Yang Membuat Anda Tahu Kapan Harus Resign

Hai Calon Sarjana, Ini Lho 5 Alasan Kenapa Anda Harus Magang di Perusahaan Startup

Apa Itu Unicorn? Istilah Unicorn dan Pengertiannya

Tinggalkan komentar