Rebut Kesan Pertama Dengan Tidak Melakukan Jabat Tangan Model Ini

Sebelum pada mengetahui apa saja model jabat tangan yang paling “menyebalkan” kalau dilakukan, maka coba jawab pertanyaan sederhana berikut ini.

Apakah setiap kali Anda bertemu dengan orang, Anda selalu berjabat tangan? Apa yang membuat Anda mau melaksanakan itu? Apakah Anda selalu puas dengan berjabat tangan?

Simpan jawaban Anda, dan mari baca artikel ini hingga akibat!

Siapapun orangnya pasti pernah melaksanakan aktivitas perkenalan dan berjabat tangan. Tapi tidak semua orang mendapat dan bisa mengatakan pengalaman paling berkesan saat melakukannya. Chevrolet di Eropa berpendapat bahwa lebih dari 70% orang memberikan bahwa mereka kurang percaya diri ketika berjabat tangan dengan lawan bicara mereka. Bahkan seorang Profesor Geoffrey Beattie, kepala Psychological Sciences di University of Manchester membuat formula untuk “berjabat tangan yang sempura”, dalam persiapannya melaksanakan pelatihan jabat tangan. Studi ini mulai melihat dari kontak mata, ucapan lisan, Duchenne smile(tersenyum dengan mata dan lisan), eratnya pegangan, kondisi tangan, kekuatan, posisi tangan, semangat, suhu tangan, tekstur tangan, kontrol dan durasi berjabat tangan.

Terlepad dari apa jenis kelaminnya, kita harus tetap mencoba untuk menawarkan jabat tangan yang baik. Dengan sobat, rekan kerja bahkan klien bisnis kita. Studi lainnya pun yang dilakukan oleh St. John’s psychologist William Chaplin, menemukan bahwa “perempuan yang sanggup melaksanakan jabat tangan sebagai seorang businesswomen cenderung sama dengan pria.

Nah, tentu saja Anda pun tidak ingin meninggalkan kesan buruk kepada orang penting yang Anda temui bukan? Untuk itu, Anda bisa memulai mengurangi resiko itu dengan hal yang kecil seperti berjabat tangan. Beberapa jenis jabat tangan di bawah ini mungkin bisa menjadi referensi untuk DIHINDARI. Tentu saja semoga tidak salah dikala berjabat tangan.

1. The Limp Shake

Jika memang Anda mengaku percaya diri dan sangat bersemangat, lakukan itu pada dikala Anda berjabat tangan dengan klien ataupun orang yang gres Anda temui. Dengan melaksanakan jabat tangan jenis ini, Anda akan memberi kesan bahwa Anda ialah orang yang pemalu, tidak tertarik dengan lawan bicara Anda atau kurang percaya diri.

2. The Wet Shake

Usahakan untuk mengatur kondisi tubuh Anda, sekalipun sedang gugup atau cemas. Jangan buat lawan bicara Anda merasakan tangan yang basah atau hirau taacuh sebab keringat Anda. Jika dalam keadaan tangan memegang gelas minum, peganglah dengan tangan kiri, sehingga Anda masih bisa menyambut jabat tangan dari orang lain. Ini penting terutama saat program networking.

3. The Terminator Shake

Lagi-lagi jangan jadikan gugup sebagai penghancur cita-cita Anda mendapatkan klien besar. Usahakan berjabat tangan dalam kondisi yang santai dan tidak terlalu bersemangat. Dengan model jabat tangan ini, Anda bisa menyakiti atau melukai tangan lawan bicara Anda. Jangan samakan saat Anda memegang gagang pintu ketika berjabat dengan orang lain.

4. The Pump Handle Shake

Ini terlihat sangatlah konyol saat kita lakukan di depan klien besar. Anda yang sedang berjabat tangan dengan penuh semangat menggoyang-goyangkan tangan klien ke atas dan ke bawah dengan cukup keras. Bukan hanya pergelangan tangan tapi hingga ke lengan. 😀

5. The Lookaway Shake

Ada kalanya Anda ingin berkenalan dengan banyak orang di dalam 1 program atau situasi. Saat berjabat tangan dengan 1 orang klien atau sahabat gres Anda, jangan biarkan mata Anda menggembara dan melihat ke arah luar dari percakapan dengan klien Anda. Tidak perduli seberapa tertariknya Anda dengan kondisi di sekitar. Tetap jaga kondisi badan dan tatapan mata Anda.

6. The Fingertip Shake

Sama halnya dengan menggoyangkan lengan untuk melaksanakan jabat tangan, yang ini mungkin sedikit lebih lucu lagi. Yaitu hanya menggoyangkan jari saat berjabat tangan. Bisa dibayangkan betapa gelinya itu. 😀

7. The Big Squeeze Shake

Sekalipun Anda merasa nyaman dan ingin lebih mengenal lawan bicara Anda, jangan berjabat tangan dengan klien dengan waktu yang lebih lama. Cukup beberapa detik saja namun terperinci dan membuat lawan bicara kita nyaman ketika berbicara dengan kita.

8. The Fist Bump

Yang satu ini mungkin menjadi salah satu yang paling tidak dianjurkan untuk Anda lakukan. Ketika beberapa orang bertemu dan berkumpul, jangan hingga berjabat tangan dalam 1 kepalan yang membentuk kepelan besar. Menurut sebuah studi oleh American Journal of Infection Control memperlihatkan bahwa berjabat tangan mengirimkan sekitar 10 kali lebih banyak kuman. Tapi berjabat tangan seakan-akan ini juga memperlihatkan simbol dari kesopanan dan iktikad sosial.

Nah, bila sudah begini masihkah Anda melaksanakan hal yang salah padahal itu sangatlah sepele? Saya harap tidak. Karena Networking yang Anda lakukan sangatlah penting. Dan berjabat tangan yaitu salah satu yang sanggup mengontrol situasi dan kondisi yang ada. Ini bisa membantu Anda membuat kesan ramah, lapang dada dan juga percaya diri. 🙂

Tinggalkan komentar