Pertimbangan Membeli Atau Memperbaiki Aktiva Tetap Dalam Accounting

Seorang accounting tidak hanya dituntut untuk bisa membuat laporan keuangan saja. Tetapi accounting yang handal harus bisa melakukan controlling terhadap semua aset perusahaan. Jadi, semua aset yang dimiliki perusahaan harus dicermati satu-satu? Bukankah hal itu sangat tidak mudah, memakan waktu, tenaga?

Tunggu dulu, maksud fungsi control disini tidak harus mengerjakan detail untuk memastikan aset dipakai dengan efektif dan irit. Tetapi seorang accounting harus sanggup menjadi penentu atau minimal memberi masukan kepada atasan bagaimana perlakuan terhadap aset yang bekerjasama dengan biaya/kas. Misalnya kulkas yang dipakai di pantri mengalami kerusakan, apakah sebaiknya beli gres atau cukup diperbaiki saja. Atau mesin fotokopi yang digunakan untuk operasional perusahaan rusak, sebaiknya beli gres atau diperbaiki.

Apabila itu untuk keputusan yang nilainya relatif kecil, mungkin dengan mudah kita sanggup mengambil keputusan. Namun kalau nilai besar dan merupakan penunjang operasional perusahaan maka pengambil keputusan haruslah berhati-hati.

Berikut berbagai pertimbangan dalam menetapkan apakah sebaiknya membeli atau memperbaiki aset rusak.

  1. Nilai aset tergolong material atau tidak material
  2. Mempunyai fungsi yang vital/ tidak untuk operasional perusahaan
  3. Dapatkan perbandingan estimasi asumsi pengeluaran antara memperbaiki dengan membeli gres, dengan nilai yang sudah paling rendah yang bisa di dapat. Artinya tidak hanya sekedar mencari harga beli termurah dari beberapa supplier tetapi lebih pada usage cost yang ditimbulkan.
  4. Memperhatikan nilai penyusutan dari aset dengan berdasarkan usage cost-nya.
  5. Ketersediaan dan Alokasi Kas Untuk Pengadaan aset
  6. Jika harus membeli gres apakah pembelian sebaiknya dibayar Tunai atau dengan Mencicil

Dari banyak sekali pertimbangan tersebut maka accounting sanggup tetapkan apakah sebaiknya membeli baru atau memperbaiki saja.

Tinggalkan komentar