Para Pebisnis Bisa Belajar Sukses Dari Seorang Filmmaker

Menjadi seorang yang menjalankan acara baru seakan-akan berbisnis bukanlah mereka yang harus bangun sendiri. Mereka ialah orang yang mau terus mencar ilmu dari banyak orang yang mereka temui. Entah dari pedagang kaki lima, dari pengusaha sukses kelas dunia, hingga mencar ilmu kepada anak muda ataupun kepada seorang Filmmaker.

Kenapa filmmaker? Mungkin terkesan tidak ada hubungannya antara seorang pebisnis dengan seorang filmmaker. Tapi tidak ada yang salah dikala seorang pebisnis mencar ilmu menyebarkan usahanya dari cara yang selama ini diterapkan oleh seorang filmmaker.

Seorang penulis di Entrepreneur.com berjulukan Rebekah Iliff pernah berbincang dengan seorang produser film Hollywood, Bob Yari. Rebekah mempelejari banyak aspek dari bagaimana membuat film hingga menghidupkan kisah yang ada di dalam sebuah film. Hingga menghubungkannya dengan dunia bisnis yang dikala ini sedang beliau jalani.

Hingga pada akhrinya ia menyimpulkan, bahwa film besar dan pengusaha besar mempunyai kualitas yang sama. Apa saja itu?

 

1. Sukses itu membutuhkan waktu

sukses membutuhkan waktu

sukses membutuhkan waktu

“Hollywood,” menurut seorang aktor Kevin Hart Oprah dalam sebuah wawancara, “cara membuat segalanya tampak seperti sukses dalam semalam.” Hal yang sama bisa dikatakan untuk Silicon Valley. Tapi siapapun orangnya, mereka tidak akan pernah tahu bagaiman setiap proses, seberapa usang waktu yang diharapkan untuk bisa menghasilkan sebuah maha karya dalam bentuk film hollywood terbaik yang kita lihat.

Bahkan seorang Sutradara/Producer film dokumenter Jac London: 20th Century Man, mengambil waktu hingga 10 tahun untuk menyelesaikannya, meskipun ia mulai melaksanakan penelitian setahun sebelumnya. Bahkan menurutnya untuk menciptakan sebuah film dokumenter, rata-rata sutradara membutuhkan wkatu sekitar 7 tahun untuk benar-benar simpulan.

Inilah yang bisa diterapkan oleh seorang pebisnis. Tidak ada orang yang bisa sukses berbisnis dan menjadi milyarder dalam semalam. Mereka membutuhkan waktu, bahkan lebih dari apa yang mereka bayangkan. Jika ada orang yang bilang “Bisa sukses dalam sebulan hanya dengan cara…..”

Lalu bagaimana berdasarkan Anda sendiri….?

2. Kemampuan memecahkan masalah ialah hal utama yang harus dilakukan

meemcahkan masalah

Memecahkan problem

Seperti halnya pembuatan film, duduk masalah pun tentu akan berdatangan. Entah dari pemain, cuaca, masalah teknis, dan dilema lainnya. Kecerdasan seorang produser, sutradara, pemain bahkan semua kru produksi yaitu yang sanggup menciptakan produksi film sanggup berlanjut.

Sebagai seorang pebisnispun harus bisa memecahkan problem yang mereka hadapi. Entah dari sisi finansial, produksi dan lain sebagainya. Seorang pebisnis harus bisa mencari banyak solusi bahkan untuk 1 duduk perkara saja.

3. Ketekunan dan kegigihan sangatlah penting

Tekun ala Steve Jobs muda

Tekun ala Steve Jobs muda

Mengalami kegagalan dalam sebuah bisnis memang tidak bisa dihindari. Ketekunan dan kegigihan yaitu modal utama yang dapat membuat kita mampu bangkit dari kondisi tersebut. Maka mereka yang mampu bertahanlah yakni mereka yang akan terus berkembang.

“Ada banyak scene yang dilakukan dalam sekali produksi sebuah film” kata Juta, director/producer “Never take ‘no’ for an answer. Giving up is not an option.” Nah, inilah sebabnya Anda harus terus percaya pada ide Anda sendiri. Bahkan Harvey menambahkan, “Jangan pernah berkata ‘tidak’. Karena tidak bukanlah pilihan.

4. Fleksibilitas harus selalu ada

Bekerja fleksibel

Bekerja fleksibel

Dalam dunia bisnis dan perfilman, selalu ada tingkat ketidakpastian. Dimana sequel sebuah film akan diproduksi? Bagaimana kalau editor atau tim pemasaran tidak berhasil, apa yang harus dilakukan?

Begitupun dalam bisnis. Kita mungkin akan bertanya, bagaimana produksi yang dijalankan bulan ini? Apakah pemasaran terus berkembang? Apakah lebih banyak orang yang membeli daripada yang sekedar bertanya?

Sebab akan ada ketika dimana kita harus mengubah planning kita untuk produksi film atau produksi barang yang kita jual misalnya. Ini bukan berarti Anda harus mengorbankan visi dalam menjalankan bisnis, tapi lebih fleksibilitas dalam menjalankan perjuangan Anda.

5. Audience ialah segalanya

Audience via koozai.com

Audience via koozai.com

Seorang pengusaha, pemain film, seorang sutradara dan pemasar lainnya terang akan memperhitungkan bagaimana apapun yang mereka produksi sanggup diterima oleh audience. Seperti ketika seorang pebisnis ingin memasarkan sebuah produk, mereka niscaya akan memilih siapa yang akan membaca iklan Anda, siapa yang akan membeli produk Anda dan lain sebagainya. Maka dengan begitu Anda akan dengan gampang memilih bagaimana produksi yang akan Anda jalankan.

6. Kolaborasi ialah kunci

Kolaborasi di Start Surabaya via duniaku.net

Kolaborasi di Start Surabaya via duniaku.net

Bisa Anda bayangkan, tidak ada film Holliwood yang mampu ditampilkan tanpa adanya kolaborasi antara pemain, sutradara, producer, editor, ligthing, make up artist, hingga dengan pemasaran film tersebut. Beberapa orang akan menjalankan tugas dengan 1 tujuan yang sama, yaitu mensukseskan produksi film dan menjual film tersebut. Tidak ada yang bisa melakukannya seorang diri.

 

Nah, inilah beberapa hal yang bisa dijadikan alasan kenapa seorang pebisnis bisa saling mencar ilmu dari seorang filmmaker. Dengan siapapun para pebisnis ini bisa belajar mengembangkan bisnis mereka.

Tinggalkan komentar