Konten Instagram Dibatasi, Ini Yang Perlu Anda Ketahui

Konten Instagram – Tahukah Anda bahwa Instagram sekarang lebih ketat dalam membatasi konten pada aplikasinya? Yap, kini terdapat pembatasan beberapa jenis konten Instagram. Bahkan, yang tidak melanggar peraturan Instagram terancam dibatasi.

Isu ini termasuk sensitif, terutama bagi kreator-kreator konten. Bagaimana kalau konten yang telah Anda buat dibatasi oleh pihak Instagram?

Agar tak salah kaprah, berikut ini yaitu klarifikasi akan hal-hal yang perlu Anda ketahui mengenai kebijakan ini.

Mengapa Instagram membatasi jenis-jenis konten tertentu?

Banyak sekali konten negatif yang tersebar di dunia maya, termasuk pada berbagai aplikasi media sosial. Dilansir dari Tirto.id, hingga simpulan 2018 terdapat 547.506 laporan konten negatif yang diterima Kementrian Komunikasi dan Informatika.

Facebook Group rupanya tidak main-main dalam menyikapi hal tersebut. Kebijakan ini merupakan pecahan dari upaya Facebook dalam menangani konten-konten bermasalah. Oleh alasannya yakni itu, Instagram sebagai salah satu potongan dari Facebook Group melaksanakan kebijakan yang sama pada aplikasinya.

Bagaimana cara kerja pembatasan konten pada Instagram?

Konten-konten tersebut tidak akan dimunculkan pada tab Explore atau pada pencarian hashtag. Dengan kata lain, Instagram akan membatasi untuk merekomendasikan konten-konten tersebut kepada pengguna Instagram. Hal ini akan mencegah konten-konten tersebut untuk tersebar hingga jangkauan audiens yang lebih luas.

Konten jenis apakah yang dibatasi oleh pihak Instagram?

Instagram memang mempunyai daftar peraturan wacana konten-konten yang melanggar peraturan. Sanksi yang diterima ketika melanggar peraturan yakni dihapusnya konten tersebut.

Hal tersebut berbeda dengan pembatasan konten. Konten-konten yang dibatasi rekomendasinya oleh pihak Instagram merupakan konten-konten yang digolongkan inappropriate atau bermasalah.

Lantas, konten Instagram seperti apa yang termasuk innapropriate ?

Konten-konten inappropriate ini tidak sepenuhnya dikatakan melanggar peraturan Instagram. Bisa dibilang, tingkat bermasalahnya konten-konten tersebut berada pada batas ambang.

Oleh alasannya adalah itu, alih-alih dihapus lantaran melanggar aturan, terdapat eksekusi lain bagi konten-konten tersebut. Konten semacam itu tidak dihapus, melainkan menerima kebijakan dibatasi peredarannya.

Terdapat beberapa jenis konten yang mungkin dibatasi. Konten-konten yang bersifat spam, graphic/shocking atau yang mengejutkan orang banyak, bernada kekerasan, atau menjurus bersifat seksual berpotensi untuk dibatasi.

Masihkah ada kemungkinan untuk melihat konten-konten tersebut?

Seperti yang disebutkan, pembatasan tersebut tidak sepenuhnya menghilangkan. Anda mungkin saja masih bisa menemukan konten seolah-olah itu.

Hal ini berlaku jika Anda mem-follow akun yang memposting konten semacam itu. Anda masih bisa melihatnya pada feed atau story Anda, Jika Anda tidak mem-follow, Anda tidak akan menemukannya, termasuk pada tab Explore Anda atau pencarian hashtag.

Sebagai pebisnis yang memanfaatkan Instagram, apa yang harus dilakukan?

Tentunya, Anda harus berhati-hati dengan peraturan Instagram. Hindarilah membuat konten-konten bermasalah, sehingga Anda bisa menjangkau audiens lebih luas. Buatlah konten yang kreatif serta berkualitas.

Ada baiknya, Anda juga memperhatikan norma atau aturan sosial pada komunitas yang hendak Anda tuju. Jangan hingga Anda memposting hal yang dianggap kurang pantas juga tabu.

Jika Anda ingin menambah wawasan seputar Instagram marketing dari Mebiso, silakan buka pada tautan berikut:

Referensi:

https://sea.mashable.com/tech/3170/instagram-cracks-down-on-inappropriate-content

https://tirto.id/kominfo-terima-547-ribu-laporan-konten-negatif-hingga-selesai-2018-ddKZ

Tinggalkan komentar