Kenali “Mindset” Berikut Untuk Berpindah Dari Karyawan Menjadi Seorang Pengusaha

Menjadi pengusaha bukan hanya mereka yang berlatar belakang keluarga pengusaha kemudian mendapatkan warisan usaha. Atau mereka yang berlatar belakang pendidikan seorang sarjana ekonomi yang sudah tahu wacana bisnis. Namun seorang karyawan yang biasanya bekerja di kantor dan menjadi seorang yang hanya menunggu perintahpun juga bisa menjadi seorang pengusaha. Perkembangan dunia bisnis dikala ini sudah membuka peluang yang sangat besar bagi setiap karyawan yang ingin menjadi seorang pengusaha. Namun mengubah perilaku dan kebiasaan ketika menjadi karyawan untuk menjadi seorang pengusaha tentu tidak praktis. Untuk itu perlu kita tahu terlebih dahulu bagaimana mindset yang harus dimiliki oleh seorang karyawan yang ingin beralih menjadi seorang pengusaha:

1. Bertanggungjawab terhadap setiap keputusan

Jika ketika menjadi karyawan Anda hanya bertanggungjawab pada setiap pekerjaan dan peran yang dilimpahkan pada Anda, namun itu berbeda ketika Anda tetapkan untuk menjadi seorang pengusaha. Semua keputusan baik atau jelek yakni tanggungjawab yang harus Anda ambil dan laksanakan. Karyawan memang akan mendapatkan keputusan dari atasan mereka, namun ketika menjadi pengusaha semua keputusan harus dibuat oleh diri Anda dan Andapun harus siap mendapatkan setiap resiko didalamnya. Itu sebabnya seorang pengusaha harus benar – benar berjiwa berani dan tidak takut mengambil sebuah keputusan.

2. Memegang visi baik jangka pendek ataupun jangka panjang secara bersamaan

Sebenarnya bukan hanya seorang karyawan atau pebisnis yang harus membuat dan mengetahui visi hidup mereka masing – masing. Tapi disini pengusaha harus lebih memahami apa yang ingin ia capai dalam beberapa waktu kedepan. Visi itulah yang akan memacu mereka dalam melaksanakan setiap planning bisnis dan mencapai sasaran bisnis mereka. Seorang pengusaha harus sanggup memegang dan melaksanakan setiap visi baik jangka pendek ataupun jangka panjang yang ia buat.

3. Merasa tidak nyaman yaitu zona nyaman Anda yang gres

Jika ketika menjadi karyawan Anda telah menemukan apa itu “zona nyaman”, maka Anda harus mau keluar dari zona nyaman itu ketika Anda menentukan untuk menjadi seorang pengusaha. Anda tidak lagi hanya mengerjakan perintah, tapi Anda akan pusing membuat rencana, memerintah dan juga melaksanakannya. Semua harus Anda lakukan. Anda mungkin akan menemukan rasa tidak nyaman melakukan pekerjaan yang gres menjadi seorang pengusaha. Tapi ketahuilah bahwa itu adalah zona nyaman Anda yang gres.

4. Belajar dari sebuah perjalanan yang berkesinambungan

Anda pasti akan memilih untuk menjadi seorang karyawan terlebih dahulu sebelum menjadi seorang pengusaha. Salah satu alasannya yaitu untuk mendapatkan banyak pelajaran dan pengalaman sebelum akibatnya bekerja dan mempunyai bisnis sendiri. Dan itulah yang nantinya harus Anda amalkan dalam setiap acara bisnis Anda. Anda harus bisa berkolaborasi dengan setiap keahlian yang sudah Anda miliki untuk menjadi seorang pengusaha. Anda tidak bisa hanya mengandalkan karyawan saja, Andapun harus mau untuk ikut serta mengerjakan apa yang bisa Anda kerjakan. Dan itu bisa Anda dapatkan dari pengalaman Anda terdahulu.

5. Angka tidak pernah berbohong

Jika ketika menjadi karyawan Anda sudah bisa dengan simpel tahu mengenai sasaran yang dibuat oleh atasan atau petinggi di perusahaan Anda, maka dikala Anda menjadi pengusaha Andalah yang harus tahu lebih dulu tentang biaya atau anggaran di perusahaan Anda. Anda juga harus berguru untuk mentargetkan setiap keuntungan dalam jangka waktu tertentu. Dan angka yang Anda buat harus benar – benar Anda yakini bisa tercapai, baru Anda bisa membicarakannya kepada setiap karyawan Anda.

6. Cintai bisnis Anda, tapi tetap objektif

Saat menjadi karyawan Anda bisa melaksanakan pekerjaan yang sekalipun tidak Anda sukai hanya untuk mendapatkan honor. Tapi dikala Anda ingin menjadi seorang pengusaha, Anda harus mencintai bisnis dan pekerjaan Anda dikala itu. Mungkin Anda akan bekerja lebih dari upaya yang seharusnya Anda keluarkan. Namun dikala menjadi seorang pengusaha, Anda juga harus tahu dan bertindak sebagai karyawan Anda sendiri. Artinya Anda juga harus memperhatikan apa yang mereka butuhkan dan inginkan untuk sanggup memenuhi setiap kiprah yang Anda berikan.

7. Nikmati dikala melanggar hukum

Jika menjadi karyawan harus sanggup menjaga diri dan menghindari diri dari setiap hukum yang tidak seharusnya dilanggar, maka dikala menjadi seorang pengusaha Anda harus mau dan tidak takut untuk melanggar aturan yang Anda buat sendiri. Ini mempunyai kegunaan juga untuk menguji apakah aturan yang Anda buat benar – benar dapat berfungsi dengan baik jikalau dikerjakan oleh karyawan Anda. Jangan takut untuk melakukan kesalahan, karena kesalahan akan menunjukkan kita pelajaran untuk bisa melaksanakan yang benar.

8. Waktu yang tidak terbatas

Bekerja di kantor membuat kita terbiasa dengan jam kerja 8 – 9 jam yang diberikan untuk menuntaskan peran. Dan itu rutin kita lakukan dari hari Senin sampai hari Jumat. Namun dikala Anda menjadi seorang pengusaha, Anda tidak akan lagi mempunyai jam yang teratur. Anda bisa saja meiliki jam yang sedikit kalem karena pekerjaan sudah dikerjakan oleh karyawan Anda, tapi Anda juga bisa mempunyai waktu kerja yang tidak terbatas. Anda bisa saja lupa untuk melakukan pekerjaan lainnya ketika Anda ingin fokus merampungkan tugas Anda. 24 jam dalam sehari dan 7 hari dalam seminggu akan menjadi waktu Anda dalam bekerja.

9. Mulai dari kini

Seringkali seorang karyawan mempunyai pemikiran untuk mempunyai bisnisnya sendiri. Namun tidak banyak yang benar – benar mewujudkan itu. Mereka terlalu lama mencurigai apa yang mereka miliki. Maka dari itu banyak pengusaha yang mengatakan pesannya kepada calon pengusaha gres untuk memulai setiap planning dan mimpi mereka ketika ini juga. Jika ingin menjadi pebisnis maka mulailah saat ini juga. Siapapun berhak untuk tumbuh dan sukses dengan cara mereka sendiri.

Selamat mencoba 🙂

Baca juga:

6 Cara Menciptakan Budaya Perusahaan yang Lebih Menyenangkan

10 Hal yang Harus Dilakukan oleh Seorang Pemimpin

5 Alasan Mengapa Anda Hanya Akan Makara Seorang Pemimpi dalam Bisnis

Tinggalkan komentar