Jalani 9 Langkah Ini Agar Bisa Membangun Bisnis Dengan Tim Yang Hebat

Siapa bilang, bekerja akan mempertemukan kita dengan orang-orang yang mudah untuk diajak berhubungan? Bertemu dengan mereka yang gampang untuk mengikuti aturan yang sudah dibuat? Dan bahkan bekerja dengan mereka yang mempunyai 1 tujuan sama dengan kita.

Kembali pada apa yang bahu-membahu terjadi, bahwa tidak ada sifat insan yang sama. Apalagi dikala harus berada di dalam lingkup perusahaan atau organisasi. Menyatukan pendapat, menyamakan pandangan dengan perbedaan kepribadian setiap individu bukanlah hal yang praktis.

Lebih dari sekedar mengeluh dan menyalahkan orang lain yang tidak sefaham dengan kita. Mengubah lingkungan menjadi lebih simpel mendapat perbedaan menjadi lebih menyenangkan.

Beberapa langkah berikut ini diciptakan untuk kita yang mendapatkan suasana kerja dan juga rekan kerja yang sulit untuk diajak berkembang bersama.

Yaitu…

1. Menetapka peraturan dasar yang tidak mengekang

60% – 80% peraturan yang dibentuk oleh perusahaan menimbulkan karyawan merasa sangat kesulitan. Salah satunya alasannya peraturan yang sangat mengekang dan menjadi tegang untuk dilakukan. Mengontrol peraturan dan memutuskan batasan yang terang dari apa yang akan dilakukan dan apa yang bisa ditoleransi.

Tips: Membuat dan menentukan panduan untuk setiap aturan yang akan diberlakukan:

> Aturan dasar: saya tidak ingin dihukum di depan orang lain

> Bagaimana menerapkannya: Saya ingin membahasnya secara pribadi, mari berbicara di ruangan lain

2. Cobalah memahami dilema dengan membangun kedekatan

Bersedia menempatkan diri sebagai karyawan. Sebab dengan begitu akan lebih simpel untuk kita memahami situasi, kondisi dan perasaan karyawan. Manusia hanya memiliki 25% tingkat pemahaman, sehingga seringkali membutuhkan banyak perjuangan untuk memahami dan mendengar kasus seseorang.

Tips: Aktif mendengarkan rekan yang sedang berbicara. Seperti:

> Mempertahankan kontak mata

> Menggunakan bahasa tubuh

> Mengklarifikasi pertanyaan apapun

> Memparafrase point penting

3. Pastikan untuk tidak egois selalu minta didengar

Stres dikala bekerja bisa terjadi ketika seseorang diabaikan atau bahkan dipecat dari perusahaan. Dalam penelitiannya, Richard Petty John Cacioppo memberikan bahwa pengulangan bisa menjadi alat yang ampuh untuk meningkatkan loyalitas karyawan terhadap perusahaan.

Tips: Bila kita tahu poin penting dalam berkomunikasi, cobalah untuk mengulanginya. Pengulangan ini lebih pada pertanyaan yang diajukan kepada kita. Tentu saja ini menjadi salah satu cara untuk memahami apa yang mereka katakan, termasuk pendapat mereka dan untuk memastikan pemahaman mereka.

4. Tetap tenang

90% seorang yang profesional dengan prestasi yang tinggi memberikan bahwa mereka terampil dalam mengendalikan emosi ketika stres. Tentu saja biar terlihat lebih profesional dan mampu menuntaskan persoalan dengan efektif.

Tips: Bila Berada dalam situasi yang sulit, luangkan waktu sejenak untuk bernafas dalam-dalam. Hal ini bisa menjadi cara untuk merelaksasikan tubuh dan pikiran. Kamu juga bisa pergi ke kamar mandi atau sekedar keluar ruangan melihat lingkungan sekitar.

5. Gunakan bahasa badan dalam berkomunikasi

Sebuah studi memberikan bahwa orang yang menggunakan bahasa tubuh positif lebih disukai dan persuasif.

Tips: Saat sedang berbicara dengan rekan kerja, manfaatkan waktu untuk menikmati secangkir kopi atau berjalan-jalan menikmati udara segar. Tentu saja untuk memaksimalkan bahasa tubuh yang nyata dan menggunakan waktu untuk lebih akrab dengan rekan kerja lain.

6. Berkomunikasi eksklusif 2 arah

Psikolog Daniel Goleman memberikan bahwa salah satu ancaman harga diri seseorang di mata orang lain yakni dikala mereka benar bisa mencicipi ancaman untuk bertahan hidup. Banyak issue di sekitar kita yang bisa menjadi salah satu materi omongan dengan rekan kerja. Ini akan membuat mereka lebih terbuka dan tidak monoton tentang pekerjaan.

Tips: Mengkonfirmasi setiap komunikasi yang terjalin, bukan sekedar memaksa mereka menyetujui feedback yang kita berikan.

7. Lakukan perubahan yang terjadi

Fokus pada perubahan faktual mampu membantu rekan kerja untuk bertahan. Survey yang dilakukan oleh Gallup menemukan bahwa 67% manajer melibatkan diri mereka secara total terhadap karyawan. Sehingga mereka bisa melihat apa yang ingin atau akan diubah oleh karyawan.

Tips: Bila kita tahu ada sebuah perubahan yang berasal dari salah satu feedback karyawan, maka jangan segan untuk memberitahu mereka betapa berharganya dan besarnya dampak yang ditimbulkan. Hargailah setiap proses yang diupayakan oleh karyawan dan rekan kerjamu.

8. Mengelola setiap impian karyawan

Salah satu survey menemukan bahwa beberapa diantara penyebab konflik di kawasan kerja yang paling sering ditemukan ialah kurangnya kejelasan antara pekerjaan dengan keinginan atau goals yang ingin dicapai. Ini membuat karyawan cepat stres dan frustasi terhadap pekerjaan ataupun perusahaan.

Tips: Gunakan langkah berikut untuk membangun kejelasan dari impian yang diinginkan oleh perusahaan:

  • Tanyakan kepada karyawan apa yang menjadi keinginan mereka >>
  • Ungkapkan keinginan Anda terhadap mereka >>
  • Jika baiklah, jelaskan apa yang sanggup Anda berdua lakukan. Buatlah komitmen yang disepakati bersama >>
  • Gunakan dokumen tersebut sebagai panduan tumpuan untuk membantu menghadapi putus asa di masa depan.

9. Lakukan kompetisi yang sehat

Tidak bisa dipungkiri bahwa di dalam setiap perusahaan atau pekerjaan akan ada banyak persiangan antar rekan kerja. Buatlah kompetisi atau persaingan yang sehat. Tidak merugikan siapapun, termasuk merusak suasana lingkungan kerja yang sudah ada.

Tips: Prioritaskan dilema utama yang ingin dihadapi, memutuskan planning untuk menangani yang paling penting terlebih dahulu.

Nah, di atas yakni beberapa tips yang bisa diterapkan oleh beberapa perusahaan atau organisasi yang mempunyai banyak kesulitan termasuk duduk perkara sumber daya manusia di dalamnya. Orang yang tidak kooperatif memang menjadi gunung es yang bisa hancur sewaktu-waktu. Namun dengan beberapa seni manajemen sederhan dan sedikit kesabaran, kita bisa segera mengubah situasinya.

Makara, sudah siap membangun perusahaan yang dikelilingi oleh orang-orang sehat?

Tinggalkan komentar