Ini Cara Mendelegasikan Tugas Yang Tepat, Seorang Leader Wajib Tahu!

Leader memiliki arti sebagai pemimpin “namun memimpin siapa dan bagaimana?” merupakan pertanyaan klasik yang sering didengar. Yang terpenting untuk diketahui ialah seorang pemimpin tidak asal memimpin dan memerintah namun harus memahami dan membaur dengan orang-orang yang dipimpin. Apakah dengan memahami dan membaur bisa menciptakan semuanya berjalan sesuai dengan cita-cita Anda? Tidak selalu.

Namun dengan hal-hal berikut, Anda dapat membuat team yang excelent:

1. Sesuaikan jobdesk dengan kemampuan bawahan

Bukan berarti bawahan yang tidak mempunyai keahlian tidak perlu diberikan pekerjaan dan dikeluarkan dari perusahaan. Ini ialah peran seorang leader yang bahwasanya, Anda harus membantu bawahan-bawahan Anda menemukan pekerjaan yang bisa dikerjakannya dengan sangat baik. Jadi jangan bebankan pekerjaan yang tidak dikuasai bawahan kecuali Anda meemberikan sedikit waktu tenggang baginya untuk mencar ilmu dan menguasai pekerjaan gres tersebut.

2. Delegasikan kiprah dengan cara yang tepat

Bagaimana cara mendelegasikan tugas yang tepat? Inilah guna komunikasi 2 arah. Awalnya Anda perlu mendatangi pegawai Anda, ajak ia sedikit ngobrol dan merasa nyaman dengan kehadiran Anda, gres Anda informasikan bahwa Anda memberikannya satu tugas penting lagi yang harus dikerjakannya dalam kurun waktu sekian lama, sesudah Anda tamat menginformasikan bagaimana tugasnya coba untuk menanyakan padanya apakah dia sanggup dengan pekerjaan baru tersebut dan bisa menyelesaikannya dalam kurun waktu yang ditentukan. Ohh ya, timeline juga perlu Anda persiapkan untuk memudahkan bawahan Anda merampungkan tugasnya.

3. Selalu tanyakan progress pekerjaannya sudah sampai mana

Followup yakni tahap penting dalam setiap pendelegasian tugas. Timeline memang membantu membuat bawahan fokus pada suatu pekerjaan, namun timeline hanya akan jadi timeline jikalau tidak flexible dengan hal yang tidak diduga. Inilah pentingnya seorang leader selalu menanyakan progress pekerjaan bawahannya supaya sanggup mengurangi bebannya atau mungkin merubah beban pekerjaannya. Semuanya dilakukan demi kebaikan Anda dan bawahan.

4. Dampingi bawahan

Jika dalam pengerjaan tugasnya seorang bawahan tidak sanggup menuntaskan pekerjaannya atau mengalami hambatan maka dampingi mereka untuk membantu menyelesaikan dilema. Ingatlah, terkadang banyak bawahan yang terlalu takut atau malu menanyakan penyelesaian suatu kasus pada atasan, sehingga pekerjaan lain akan terbengkalai alasannya suatu kendala yang tidak terselesaikan ini.

5. Berikan apresiasi

Saat seorang bawahan menyelesaikan pekerjaannya, berikan apresiasi atas pekerjaannya meskipun dalam bentuk ucapan terimakasih saja. Hal tersebut bisa meningkatkan kebahagiaan dari dalam dirinya dan terus menjadi yang terbaik dihadapan Anda.

Tinggalkan komentar