Hal Yang Akan Anda Pelajari Saat Menjadi Atasan

Menjadi Atasan – Bagaimanakah rasanya menjadi seseorang yang berada di posisi atasan? Tentunya, ada berbagai hal berbeda yang akan Anda temui, yang bisa menjadi pelajaran penting bagi diri.

Menjadi atasan adalah proses unik dalam meng-explore diri

Akan ada hal yang berubah pada diri Anda setelah menjabat posisi atasan. Anda tidak hanya bertanggung jawab untuk diri sendiri, namun juga untuk seluruh staf yang Anda pimpin. Nikmatilah proses ini.

Dinamika pekerjaan dapat mengantarkan Anda kepada hal-hal tak terduga. Anda pun akan semakin mengenali diri. Anda mungkin akan menemukan potensi diri yang sebelumnya tak pernah disadari, atau akan semakin menyadari kapasitas diri yang Anda miliki.

Sama seperti orang-orang yang Anda pimpin, wajar kalau Anda melaksanakan suatu kesalahan. Yang terpenting, Anda mampu berguru dari kesalahan tersebut dan mengambil langkah bijak ke depannya.

Menjadi atasan bukan berarti bekerja ‘sendirian’

Sebagai atasan, Anda akan mendelegasikan kiprah biar operasional organisasi atau perusahaan yang Anda pimpin mampu berjalan dengan baik. Perihal delegasi kiprah ini termasuk hal yang sulit.

Beberapa atasan melakukan kesalahan dalam mendelegasikan peran dan berakhir dengan bekerja ‘sendirian’. Mengapa demikian?

Ternyata, atasan tersebut merekrut orang-orang yang kurang berpengalaman. Orang-orang tersebut hanya diberikan tanggung jawab yang mendukung, sedangkan aneka macam tanggung jawab utama tetap dikerjakan oleh ia sendiri.

Akibatnya, atasan tersebut kewalahan dalam meng-handle pekerjaan. Selain itu, perusahaan tersebut mempunyai tingkat turnover yang tinggi, dengan revenue yang rendah. Cukup ‘mengerikan’, bukan?

Kisah tersebut mengatakan kita pelajaran penting ihwal mendelegasikan kiprah. Mendelegasikan tugas bukan hanya sebatas menunjukkan kiprah tertentu untuk dikerjakan, namun juga membuat karyawan berdaya untuk sanggup mengerjakan kiprah.

Komunikasi adalah kunci

Kunci dari segala permasalahan adalah memperbaiki cara komunikasi. Seringkali, atasan merasa staf yang diamanahi tugas kurang bisa melakukan tugas sebaik yang diharapkan. Staf sering dicap kurang memiliki skill yang mumpuni.

Eits, tunggu dulu. Mungkin saja, kesalahan tersebut tidak sepenuhnya terletak pada staf, melainkan pada atasan. Masih banyak atasan yang belum jelas dalam mengkomunikasikan rencana mereka kepada staf. Akibatnya, miskomunikasi tersebut bisa menghasilkan kegagalan.

Maka, sebagai atasan, belajarlah untuk berkomunikasi dengan baik. Bicara sejelas mungkin, serta berilah pementingan pada hal-hal yang dianggap penting. Terakhir, Anda juga perlu mengatur ekspektasi terhadap staf Anda.

Perlu menghargai orang lain

Menghargai orang lain, terutama staf, adalah hal yang perlu ditanamkan oleh seorang atasan. Atasan yang baik adalah atasan yang mampu memotivasi stafnya. Penghargaan yaitu salah satu bentuk motivasi yang kuat dampaknya.

Sebagai atasan, buatlah setiap staf Anda merasa dibutuhkan. Ada beberapa hal yang merupakan upaya untuk menciptakan seseorang dihargai dan merasa dibutuhkan.

Selalu pastikan mereka menerima informasi pekerjaan. Dorong staf untuk memberikan ide atau pendapat serta libatkan mereka dalam pengambilan keputusan. Jangan lupa, berikan reward atas sumbangsih staf dalam memajukan perusahaan.

Menjadi atasan yang baik memang sulit

Posisi atasan memang sulit. Anda tidak hanya bertanggung jawab atas diri sendiri, melainkan juga untuk tiap kepala dari masing-masing staf yang Anda pimpin. Dibutuhkan ketekunan, kegigihan, serta kecukupan dalam wawasan supaya bisa jadi atasan yang bijaksana.

Simak ragam artikel dengan tema leadership dan entrepreneurship dari Mebiso untuk menambah wawasan Anda. Salam sukses!

Baca artikel-artikel menarik lainnya di sini:

Referensi:

https://www.entrepreneur.com/article/26088

Tinggalkan komentar