Deliberate Learning: Cara Untuk Ahli Dalam Sebuah Bidang

Ada 2 tipe orang yang bisa kita temukan dalam lingkungan kerja sehari-hari. Tipe orang pertama ialah mereka yang tahu banyak hal, dari bidang operasional sampai manajerial, namun tidak mendalam. Tipe orang kedua yakni mereka yang mendalami suatu bidang hingga ke detail-detailnya, baik buruknya, sampai ke prediksi tren bidang tersebut di masa depan. Biasanya mereka selalu bekerja pada bidang yang sama dari waktu ke waktu sehingga pengetahuan mereka di bidang tersebut tidak diragukan lagi. Nah, kali ini kita akan mengenal lebih jauh tipe orang yang kedua. 

Banyak orang bermimpi menjadi mahir dalam suatu bidang. Misalnya ketika dulu kau masuk jurusan aturan, kau berharap bisa memahami pernak-pernik pasal dalam suatu undang-undang, sejarahnya, konteks penerapannya, landasan filosofisnya, dan cara penegakkannya. Saat sedang idealis-idealisnya, kamu mungkin berimajinasi menjadi sebuah pakar hukum yang akan dimintai pendapatnya dikala sedang terjadi dilema. Haha, jadi nostalgia deh. Tak apa, itu hal yang wajar kok. Hal itu juga terjadi di dunia kerja. Buat kau yang sudah menemukan pekerjaan yang cocok, kamu niscaya berharap bisa menjadi orang andalan di bidang tersebut. Buat kau yang belum, yuk kita mencar ilmu menjadi mahir dengan sebuah cara.

Apa itu Deliberate learning?

Deliberate learning adalah metode belajar yang menekankan pada intensitas dan konsistensi belajar. Dengan kata lain, deliberate learningyaitu metode mencar ilmu yang terus menerus dengan cara yang benar. Eits, cara yang benar gimana nih? Cara yang benar disini maksudnya memperhatikan hal-hal dasar terlebih dahulu sebelum ke bab berguru yang sebetulnya. Kedengaran ribet ya. Yuk pribadi aja kita masuk ke tumpuan

Misalkan ada seorang cowok yang ingin menjadi petenis profesional. Alih-alih langsung berlatih bermain tenis setiap minggu, metode deliberate learningmenyarankan perjaka tersebut untuk mencatat hal-hal apa saja yang dibutuhkan untuk menjadi seorang petenis profesional. Setelah ditemukan, ternyata kunci awal untuk menjadi petenis profesional ialah ketangkasan kaki dan tangan. Nah, dari situ deh kau mulai mencar ilmu untuk membuat kaki dan tanganmu tangkas. Kalau sudah berhasil, lanjut ke step kedua, ketiga, dan seterusnya.

Deliberate Learning Sama Sekali Tidak Menyenangkan

Deliberate learningkurang cocok kalau tekad dan niatmu masih setengah-setengah. Alasannya, metode ini dikenal juga dengan metode 10.000 jam untuk menguasi suatu bidang. Nah untuk mencapai 10.000 jam ini, kau harus sanggup memecah-mecahkan menjadi beberapa jam dalam sehari dan harus dilakukan dengan teratur. Jika belajarmu sudah berjalan selama 1 bulan, namun kemudian mogok lagi selama 2 ahad, peningkatannya malah akan semakin lambat dan kamu sanggup jadi terlena untuk mogok lebih lama atau bahkan berhenti.

Selain jadwal yang teratur, kamu juga perlu melakukan evaluasi dari apa-apa saja yang sudah kamu kerjakan. Kamu bisa meminta feedback dari orang lain atau dengan mengikuti lomba dan pertandingan. Nah dari sini, kau bisa melihat mempraktekkan langsung dan melihat kesudahannya. Jika ada yang masih kurang, kau harus memperbaikinya lagi sebelum lanjut ke pelajaran lain.

Hmm, banyak juga. Ada lagi yang perlu dimiliki untuk melakukan deliberate learning?

Tentu, haha. Dari penjelasan diatas, kamu mulai paham bahwa metode ini membutuhkan perjuangan besar, sehingga persiapkanlah sumber motivasi ya. Sebaik-baiknya motivasi adalah yang berasal dari dirimu, tapi tidak ada salahnya meminta bantuan orang yang kamu percayai untuk membantumu belajar. Mereka bisa menjadi orang yang mengingatkanmu ketika kamu mulai putus asa, lho.

Oke, apakah kau sudah siap untuk memulai perjalanan menjadi hebat? Semangat!

Tinggalkan komentar