Cara Mencari Co-Founder, Bolehkah Teman Sendiri?

Cara Mencari Co-Founder TTM alias ‘Teman Tapi Mesra’ mungkin sudah ketinggalan zaman. Zaman now, sobat yang seru yakni sobat yang sanggup diajak jadi mitra bisnis, apalagi jadi kawan semenjak awal membangun alias Co-Founder. Bolehkah sobat sendiri jadi Co-Founder?

Jawabannya, bisa boleh, sanggup tidak boleh.

Mencari kawan untuk membangun bisnis tentunya tak bisa sembarangan, apalagi bila Anda ingin serius menjalankan bisnis. Anda butuh Co-Founder yang tepat.

“Bagaimana, sih, cara mencari Co-Founder yang sempurna?”

Hal ini susah-susah gampang. Ada beberapa hal yang perlu jadi pertimbangan untuk memilih, apakah seseorang cocok untuk dijadikan Co-Founder. Simak artikel ini sampai habis!

Boleh kok, mempertimbangkan sahabat sendiri untuk jadi Co-Founder

Siapa tahu, ternyata teman Anda memang cocok menjadi Co-Founder, lho. Tentunya, banyak hal yang harus dipertimbangkan matang-matang untuk mengetahui apakah sobat Anda ialah orang yang tepat. Beberapa pertanyaan di bawah mungkin bisa membantu Anda untuk hal tersebut.

“Apakah perspektif Anda dan sobat masih sama, walaupun ada perbedaan pendapat?”

“Bisakah Anda menghabiskan banyak waktu dengan sahabat tanpa merasa bosan atau kesal?”

“Mampukah sobat Anda menjalankan banyak kiprah?”

“Apakah teman Anda punya sifat-sifat dari partner bisnis idaman?”

Bersikap adil ialah kunci

Idealnya, ketika bermitra dalam bisnis, terdapat proses penggabungan pandangan gres dan planning antara Anda dengan Co-Founder. Kira-kira, apakah sahabat Anda berkontribusi banyak dalam memulai bisnis? Jika iya, bisa dikatakan ia sudah jadi kawan Anda, lho.

Anda mungkin merasa enggan untuk bermitra karena merasa ide dan rencana bisnis yang Anda miliki original, berasal dari Anda sendiri. Jangan sampai, Anda mengklaim bahwa semua pandangan gres dan planning berasal dari diri sendiri, padahal sobat Anda juga berkontribusi dalam menyusunnya.

Cek penyebutan yang Anda gunakan

Coba perhatikan dengan saksama, apakah Anda sering menyebutkan “saya” dibandingkan dengan “kami”? Perhatikan juga kawan Anda, apakah ia lebih sering menyebutkan “milikmu” dibandingkan “milik kita”? Hal ini sanggup menjadi tanda, apakah masing-masing pihak merasa ingin bermitra.

Sampaikan dengan terus terperinci jika enggan

Bagaimana kalau risikonya sadar, sobat ternyata tidak cocok diajak bermitra?

Anda harus menyampaikannya, secara terus terang. Hal ini memang sangat berisiko, alasannya ialah Anda dapat menyakiti perasaan sahabat Anda. Namun demikian, tetap utamakan untuk selalu jujur.

Diskusikan juga langkah apa yang akan kalian tempuh ke depannya, dengan situasi seolah-olah ini. Mungkin akan menyakitkan untuk jalan sendiri-sendiri, tapi tidak baik memaksakan sesuatu.

Selain cara mencari Co-Founder, banyak tips memulai bisnis lainnya

Butuh tips seputar menjalankan bisnis? Tenang, Mebiso menyediakan artikel-artikel menarik seputar bisnis ter up-to-date. Pilih topik yang Anda minati dan puaskan rasa ingin tahu Anda!

Baca artikel-artikel menarik lainnya di sini:

Referensi:

https://www.entrepreneur.com/article/228765

Tinggalkan komentar