Berikan Motivasi Ini Agar Karyawan Anda Berani Mengambil Resiko

Dalam sebuah perusahaan yang sukses seharusnya tidak hanya terdapat seorang pengambil keputusan yang berani mengambil resiko (biasanya pemimpin perusahaan itu sendiri). Karyawan dan seluruh bagian di dalamnya seharusnya juga menjadi orang yang berani mengambil resiko.

Bisa dibayangkan kan jika semua keputusan hanya bertumpu pada 1 orang saja yaitu pimpinan contohnya Anda, sanggup-bisa waktu Anda habis untuk memberikan wejangan kepada karyawan Anda, padahal banyak hal strategis lainnya yang perlu Anda pikirkan.

Sayangnya banyak karyawan kurang berani mengambil resiko. Mereka terus saja terlena dengan pimpinan mereka. Lalu untuk lebih mengefektifkan perusahaan anda, apa yang harus dilakukan untuk memotivasi karyawan biar berani mengambil resiko?

Berikut tim Mebiso akan membahas bagaimana memotivasi supaya Karyawan Anda Berani Mengambil Resiko:

1. Tanamkan nilai-nilai yang mendorong pengambilan risiko

Jangan pernah meremehkan kekuatan kata-kata, lisan atau tertulis. Hal itu berdampak pada teladan pikir karyawan. Karena itu, Buat quote yang berisi nilai-nilai yang mendorong pengambilan risiko. Letakkan quote tersebut di aneka macam daerah yang terlihat di mana-mana sehingga simpel diingat.

2. Buat tantangan untuk mengambil risiko

Cara kedua untuk memotivasi karyawan adalah dengan melatih mereka mengambil resiko. Berikan mereka tantangan yang mengharuskan mereka mengambil resiko. Anda dapat memulainya dari hal yang sederhana dimana dampaknya tidak signifikan bagi perusahaan Anda. Step by step tingkatkan level resikonya.

3. Ceritakan keberhasilan

Sama halnya dengan kekuatan quote, anda juga sanggup memotivasi karyawan dengan menceritakan keberhasilan seseorang dikala mengambil resiko. Cerita tersebut nantinya sanggup menginspirasi mereka.

4. Hire konsultan

Keberadaan pihak ketiga yaitu konsulta juga mampu memotivasi karyawan alasannya adalah mereka akan menerima sumber terpercaya lagi untuk memantapkan diri mereka dalam mengambil resiko. Seperti halnya di kehidupan sehari-hari, seorang anak selain menurut pada orang tunya, mereka juga akan mendengarkan pesan tersirat gurunya.

Memahami bahwa kegagalan adalah sebuah proses pembelajaran memang bukanlah hal yang sederhana untuk disampaikan kepada karyawan kita. Dan sebagai seorang pemimpin perusahaan tentunya anda ingin memunculkan bibit-bibit pengambil keputusan selain Anda. Oleh karena itu, mulai motivasilah karyawan Anda dari sekarang.

source: http://www.entrepreneur.com/article/238282

Tinggalkan komentar