Bagaimana Caranya Untuk Tetap Bisa Belajar Marketing Sembari Berjualan?

Bagaimana Caranya Untuk Tetap Bisa Belajar Marketing Sembari Berjualan? – Anda akan sangat pusing bila diminta membaca buku, bertemu dengan pakar marketing atau mengikuti seminar saat Anda masih sangat membutuhkan waktu untuk melaksanakan promosi perjuangan dengan segera. Lalu, bagaimana caranya untuk tetap bisa mencar ilmu marketing sembari berjualan?

 

Seperti pepatah lama, kalau ada kemauan niscaya selalu ada jalan. Maka bila Anda ingin berguru marketing, pasti akan selalu ada jalan. Kami akan membagikan kepada Anda cara berguru marketing dengan teknik JUALAN. Wah, apa itu? Yuk simak ulasan kami berikut ini…

 

  1. J : Janji dulu untuk selalu mau menyerap ilmu darimana saja, kapan saja dan dimana saja

Belajar marketing adalah soal keinginan. Bohong jika ada seseorang yang mengatakan bahwa ia tetap bisa belajar marketing walaupun ia terpaksa. Seperti yang dikatakan Seth Godin, “Marketing is an art”. Marketing yakni sebuah  seni yang membutuhkan keinginan dari dalam diri untuk mulai mempelajarinya. Apalagi jikalau Anda mencar ilmu marketing di saat sudah menargetkan tingkat penjualan. Anda harus mempunyai keinginan besar lengan berkuasa menyerap ilmu darimana saja, kapan saja dan dimana saja.

 

  1. U : Utarakan pertanyaan sebanyak-banyaknya.

Bertanya. Bertanya. Bertanya. Perbanyak bertanya. Kadangkala kita malas ataupun malu untuk bertanya pertanyaan-pertanyaan yang kita pikit sepele. Padahal mungkin saja, pertanyaan yang kita anggap sepele tersebut ialah hal penting yang harus kita tanyakan. Dalam beberapa masalah marketing, sebelum menetapkan medium promosi atau taktik marketing biasanya mereka akan melakukan riset. Riset ini didasari dari kebiasaan bertanya. Bertanya pada pakar, pada konsumen dan banyak pihak terkait. Jika Anda ingin mencar ilmu marketing dengan maksimal, mulailah bertanya.

 

  1. A : Amati, tiru, dan modifikasi

Luasnya kesempatan mendapatkan isu mempermudah enterpreneur zaman now untuk memperoleh ilmu. Strategi marketing yang diterapkan oleh merk besar ataupun bisnis lain tidak lagi bersifat diam-diam. Semuanya rata-rata mempunyai kemiripan dan biasanya triknya simpel ditemui di internet. Anda bisa mempelajari teknik marketing melalui sistem amati, tiru dan modifikasi. Hal yang Anda perlu Anda perhatikan saat melakukan ini adalah menyesuaikan poin modifikasi dengan keunikan dan kekuatan produk atau jasa perjuangan Anda.

 

  1. L : Learning by doing

Klise. Tapi poin ke empat ini memang benar. Avania Santoso, founder dari @HeyStartic sempat menyampaikan bahwa perjalannya mempromosikan produk limbah daur ulangnya itu ialah dengan terus mencoba. Di awal, ia banyak menemukan kesulitan untuk memasarkan produknya. Salah menentukan target market, salah menentukan harga hingga keliru memperhitungkan biaya untuk distribusi juga pernah ia lalui. Untuk itu, cobalah lakukan terlebih dahulu ilmu yang sempat Anda lihat dan pelajari. Ketika Anda salah, rugi atau gagal Anda akan makin berpengaruh untuk mencoba lagi.

 

  1. A : Anda tidak sendiri

Entrepreneur biasanya rentan stress. Sudah menjadi belakang layar umum jikalau tuntutan untuk membangun bisnis biar settle terus membayangi setiap entrepreneur. Berpikir bahwa Anda tidak sendiri, bisa menjadi mood booster untuk tidak mengalah mencoba segala teknik marketing yang sudah ada atau gres Anda modifikasi.

 

  1. N : Nikmati prosesnya

Waktu niscaya akan cepat berlalu. Kita sedang dikejar oleh perubahan. Cepat, tajam dan kadang tidak terprediksi. Kecepatan semacam ini kalau tidak kita nikmati prosesnya hanya akan menjadikan diri kita frustasi. Jika Anda ingin mempelajari marketing lebih serius, nikmati saja prosesnya. Yakinilah bahwa semua entrepreneur sukses di luar sana pernah menjalani hal yang sama bahkan lebih jelek dari yang Anda alami dikala ini.

 

Ingat, kalau Anda berniat mencar ilmu marketing, Anda harus JUALAN!

 

 

Baca artikel menarik lainnya:

5 Tips Supaya Jago Copywriting

5 Cara mengakibatkan Facebook sebagai sarana marketing bisnis Anda

4 Cara Sukses Promosi di Facebook

 

Tinggalkan komentar