8 Tips Membentuk Budaya Perusahaan Dari Pengusaha Dunia

Perusahaan tidak dibangun oleh individu, mereka dibangun oleh tim dengan keterampilan yang saling melengkapi. Tapi merekrut karyawan dengan abjad yang sesuai dengan perusahaan bukanlah hal yang simpel. Anda juga perlu menumbuhkan suatu lingkungan di mana karyawan Anda dapat berkembang dan tumbuh. Berikut ini yakni 8 tips yang didapatkan dari 8 pengusaha dunia, untuk membangun tim yang hebat dan mempertahankan talenta karyawan mereka. Jika ada pembaca Mebiso yang mempunyai tips lainnya, bisa share di kolom komentar.

1. Selalu “mempekerjakan”

“Mempekerjakan merupakan suatu proses yang berkesinambungan, bukan hanya masalah waktu” setidaknya itu yang dikatakan oleh Alexander Winter, CEO Placemeter.com. Ia menyarankan kita untuk menghindari suatu deskripsi pekerjaan tertentu. Mengapa demikian? Sebuah perusahaan merekrut seorang karyawan bukan hanya untuk memakai tenaga dan fikiran mereka untuk menuntaskan setiap peran dan kebutuhan dari perusahaan. Tapi lebih dari itu, mempekerjakan disini berarti membangun dan membuat karir bagi setiap karyawan. Sangat penting untuk berpikir ihwal karir seseorang, dan juga membiarkan mereka menyesuaikan diri dengan tanggung jawab gres dan berhati-hati dari mana mereka dan ke mana mereka pergi.

2. Mendorong untuk berfikir wirausaha

Setiap dari karyawan Anda pasti ingin menjadi seornag yang sukses baik didalam perusahaan atau diluar perusahaan Anda. Tidak jarang dari mereka akan berfikir untuk menjadi seorang wirausahawan diluar karir mereka sebagai seorang karyawan. “Di dalam startup, setiap orang perlu berpikir seperti pemilik dan pengusaha,” kata CEO Levo League dan co-founder Caroline Ghosn. Ini baik untuk Anda mendorong mereka untuk berfikir dan mendukung cita-cita karyawan Anda untuk menjadi seorang wirausahawan. Tidak perlu memaksakan diri untuk menjadi teladan kepada mereka, tetapi cukup memperlihatkan proteksi dan memperlihatkan saran kepada mereka.

3. Memimpin dengan teladan

Jika Anda ingin mereka mengikuti apa yang biasa Anda lakukan, yakinkan diri Anda bahwa yang Anda lakukan adalah benar dan baik bagi mereka dan perusahaan. “Sebagai pemimpin dalam sebuah perusahaan, setiap orang bisa mencontoh dari apa yang Anda lakukan, budaya dimulai dengan Anda,” kata Joyo Hedaya, co-founder Unroll.me. Jadilah rekan, saudara dan pemimpin yang akan selalu siap mendorong dan memperlihatkan pola yang baik. Bukan hanya menjadi orang yang memimpin tanpa mau menyapa dan mencari tahu apa yang mereka butuhkan. Setiap orang harus bersenang-senang dan menikmati apa yang mereka lakukan. Dan bila salah satu dari mereka sulit mendapatkan budaya yang Anda berdiri dan bentuk, jangan ragu untuk tidak bersama mereka.

4. Pembentukan huruf

Setiap dari karyawan Anda pasti memiliki sifat dan karakter masing – masing, dan itu jelas berbeda. Namun, jika Anda percaya perbedaan karakter tersebutlah yang mampu membuat perusahaan Anda besar dan sukses. Anda juga bisa membentuk karakter dari karyawan Anda, agar sesuai dengan budaya perusahaan dan produk yang Anda ciptakan. Baldwin Denim yang berbasis di Kansas City menyampaikan, “Kami ingin mempekerjakan orang-orang yang baik dalam berkomunikasi dan memancarkan sifat yang faktual, dan kami akan melihat karakter seseorang saat pertama dan menjadi yang utama,”. Mereka harus bisa menyesuaikan dengan budaya biar sanggup menghasilkan produk dengan kualitas, detail dan keasliannya.

5. Jangan remehkan freelancer

Mempekerjakan seseorang adalah komitmen yang besar, lalu bagaimana jika itu tidak berhasil? Untuk beberapa jenis usaha, freelancer memang sangatlah dibutuhkan. “Saya ingin mengatakan bahwa kita memiliki karyawan freelancer, yang berarti saya bisa menyewa bakat mereka tanpa harus memancing mereka pergi dengan gaji yang bisa dinego” kata Rachel Hofstetter, pendiri dari Guesterly. Hofstetter juga merekomendasikan menyewa mahasiswa dan lulusan gres yang profesional. Mereka akan bersemangat untuk belajar, dengan bayaran yang terjangkau dan antusias yang tinggi.

6. Jangan takut membiarkan karyawan Anda pergi

Jika ada dari salah satu karyawan Anda yang sulit menerima perubahan atau budaya yang Anda bentuk. Maka jangan ragu membiarkan mereka pergi. Tidak jarang, dari mereka juga merasa tidak nyaman bekerja pada kondisi yang tidak mendukung apa yang mereka lakukan. Dan itu pasti akan berpengaruh terhadap apa yang akan dihasilkan nantinya. Jadi, jangan pernah membiarkan waktu Anda terbuang untuk membiarkan mereka bertahan lebih lama. “Budaya perusahaan adalah hal yang proaktif, itu bukan sesuatu yang dapat dibangun sendiri,” kata Alban Denoyel, co-founder dan CEO dari Sketchfab .

7. Berikan karyawan rasa saling mempunyai

Salah satu yang membuat karyawan mampu mengikuti dan mencintai budaya perusahaan adalah rasa saling memiliki. Cobalah untuk mendorong karyawan Anda untuk senang dan gembira ketika pertama kali mereka menginjakkan kaki di perusahaan Anda. Ketika mereka mampu menyesuaikan diri dengan mudah, setiap apa yang mereka hasilkanpun akan menjadi yang terbaik. Buatlah suasana yang mendukung mereka agar lebih produktif dan betah berlama – lama di kantor, meskipun bukan untuk bekerja. “Kami benar-benar mendorong semua orang di sini untuk senang, dan gembira” kata Emmett Shine, CEO dari Gin Lane Media.

8. Bekerja untuk membangun dan menjaga budaya perusahaan

Bekerja itu bukan semata – mata untuk menghasilkan keuntungan dari produk yang dihasilkan, tetapi bagaimana mampu membangun dan menjaga budaya perusahaan yang sudah ada. Semua aspek dari perusahaan harus mampu bekerja sama dan saling membantu untuk bisa membuat perusahaan tersebut sukses dalam menghasilkan produk dan dalam menciptakan budaya perusahaan terbaik. “Tak diragukan lagi, keputusan yang paling penting yang Anda buat sebagai startup atau perusahaan muda yang menyewa,” kata Jeff Jackel, CEO BuzzMob.

Sementara itu sebagian besar tanggung jawab CEO untuk mengatur dan menumbuhkan budaya perusahaan, itu yakni kiprah yang tidak pernah berakhir. “Pentingnya ini elemen bernuansa bisnis tidak mampu diremehkan atau diabaikan,” kata Jackel, yang menghabiskan satu hari per ahad berfokus pada budaya perusahaan dalam satu atau lain cara. “Bahkan produk dan layanan terbaik telah menjadi korban selang dalam memperhatikan budaya perusahaan. Jika Anda terus-menerus memupuk ini sebanyak yang Anda lakukan setiap aspek lain dari bisnis Anda, Anda akan mempunyai kantor yang penuh dengan orang bahagia.”

Sumber: Mashable.com

Baca juga:

Tinggalkan komentar