8 Cara Meningkatkan Kreativitas Dan Produktivitas Kerja

Jika bekerja dan berusaha menjadi yang terbaik membutuhkan lebih dari 24 jam dalam sehari, tentu bekerja di kantor saja tidak akan cukup. Banyak hal yang harus dilakukan, tidak seimbang dengan waktu yang kita miliki. Terlebih saat kita harus membagi-bagi waktu dengan urusan lainnya, seperti keluarga, teman dan hobi yang ingin kita lakukan juga.

Bahkan jikalau pun kita memaksakan untuk melaksanakan banyak hal dalam satu hari, stress tidak bisa kita hindari. Kelelahan dan berakhir sakit. Tentu saja ini akan merugikan kita, bahkan pekerjaan kita.

Dari sisi psikologi, ada beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk meningkatkan kreativitas dan produktivitas kerja. Seperti:

KREATIVITAS

1. Memberikan jarak di dalam diri

Jika kita sadari, kita akan lebih mudah dalam memberikan saran bagi orang lain, ketimbang harus memecahkan masalah kita sendiri bukan? Dalam ilmu psikologi, ini disebut dengan “Psychologicallly Distant”, dimana kita lebih mudah memahami situasi dimana tidak ada kita di dalamnya, termasuk dalam hal ini adalah masalah orang lain.

Dalam sebuah study yang dilakukan oleh Indiana University, dikala kita meningkatkan “Psychologically Distant” maka kitapun akan meningkatkan kreativitas diri. Dengan begitu, wawasan gres dan kejelian dalam merampungkan duduk kasus yang lebih absurd dan kompleks.

2. Mengelola suasana hati

Pasti Anda menyadari, bahwa ketika suasana hati kita sedang tidak baik, maka pekerjaan apapun yang ada tidak akan bisa kita kerjakan secara maksimal bukan? Seorang Profesor Psikologi dari University of Toronto menemukan, bahwa senang sanggup menjadi kunci untuk membuka dan meningkatkan potensi kreatif kita. Ia menyampaikan, dikala mengalami kesulitan dalam memecahkan masalah, reaksi alami dan khas yang dikeluarkan manusia ialah murka. Tapi justru inilah yang akan membuat kita lebih sulit dalam merampungkan dilema. Salah satu cara untuk mencegah hal itu terjadi yaitu, pergi dan keluar untuk menghirup udara segar. Tujuannya jelas untuk menjernihkan pikiran yang sedang tidak jernih.

3. Membangun konsep dari sebuah dilema

Tidak semua orang sanggup berpikir “Out of the box”, itu sebabnya bagi sebagian orang yang ingin berpikir lebih kreatif, akan mencari wangsit dari masalah yang ada. Jika sulit menemukan dengan cara observasi. Kita bisa mencoba untuk melaksanakan wawancara kepada beberapa orang, menanyakan kepada mereka tentang apa masalah mereka, dan apa yang mereka inginkan sebagai solusi. Ini akan menunjukkan pandangan gres segar untuk kita dalam mendapatkan inspirasi.

4. Tantanglah diri sendiri

Tidak ada yang sanggup menjadi lebih ketika kita tidak mau menantang diri kita sendiri atas apa yang sudah kita pernah raih atau dapatkan. Dalam menciptakan wangsit kreatif kita bisa mendekati perkara, dan mencoba untuk mencari solusi dengan memperlihatkan batas waktu tertentu. Dengan begitu, kita akan tertantang untuk berpikir lebih kreatif lagi.

PRODUKTIVITAS

5. Ketahui apa Motivasimu dan Demotivasimu

Saat kita menunda mengerjakan pekerjaan, sudah sanggup dipastikan disaat itulah kita tidak memiliki motivasi untuk menyelesaikannya. Jangankan untuk menuntaskan, terkadang kitapun tidak mempunyai motivasi untuk membuat wangsit-wangsit yang akan digunakan.

“Saat kita memahami apa yang membuat kita termotivasi, ini akan membuat kita lebih mudah mengelolanya” Kata Pychyl. Cobalah bertanya pada diri sendiri apa yang menjadi akar dari demotivasi yang ada di dalam diri kita, dan bagaimana kita sanggup termotivasi dalam mengerjakan suatu pekerjaan.

6. Tuntun pikiran Anda

Seorang psikolog Mihaly Csikszentmihalyi membuat sebuah istilah “Flow” untuk menggambarkan cara seorang seniman, atlet dan musisi yang fokus dalam pekerjaan mereka. Mereka yang fokus mengerjakan sesuatu, akan mengubah arah pikiran mereka ke dalam fatwa yang membuat mereka bisa lebih produktif.

7. Menentukan waktu kerja sendiri

Menurut sebuah study oleh MIT Sloan School of Management INSEAD Business School, memutuskan batas waktu tenggang untuk diri sendiri sanggup membantu kita menyelesaikan pekerjaan dan mengurangi penundaan. Dengan tenggang waktu itu kita pun bias mengurangi konsekuensi untuk gagal. Untuk batas waktu tenggang harus realistis dan yang memungkinkan kita untuk merampungkan pekerjaan secara menyeluruh.

8. Menerapkan teknik Mindfulness

Mungkin kita akan malas ketika mengerjakan suatu peran yang tidak membuat kita tertatik. Kita sanggup sangat gampang merasa terganggu dan berujung pada penundaan pekerjaan. Untuk mencegah hal tersebut, kita bisa menerapkan teknik Mindfulness. Dimana teknik ini membuat kita mau tidak mau harus fokus atau aware kepada lingkungan sekitar kita. Entah kawasan, suasana, maupun masakan yang akan Anda makan, pastikan itu sanggup membuat Anda fokus.

Dari 8 cara di atas, mungkin memang faktor psikologis yang juga mempengaruhi tinggi rendahnya tingkat kreativitas dan produktivitas kita dalam bekerja. Tidak banyak orang yang menyadari, banyak pula yang terus memaksa mengeluarkan ide, membuang waktu tapi nyatanya mereka tidak efektif.

Tinggalkan komentar