7 Mitos Yang Harus Anda Tahu Saat Menjawab Pertanyaan Sulit Ketika Persentasi

Salah satu yang menjadi kekhawatiran bagi para presenter yaitu pertanyaan yang diberikan oleh penerima. Ketika sebagai pembawa materi kita tidak siap atas persentasi kita, bisa jadi kita akan kesulitan menjawab pertanyaan yang diberikan. Seringkali penilaian terbaik persentasi diberikan ketika kita mendapat dan menjawab pertanyaan yang diajukan. Bahkan pertanyaan sulit pun mampu kita atasi. Contohnya mirip:

  • Ketika mereka menantang Anda untuk memperdebatkan pertanyaan dan akibat yang ada.
  • Topik pertanyaan hanya berkaitan sedikit dengan materi yang Anda berikan
  • Topik Anda tidak sepenuhnya dimengerti oleh audiens
  • Topik yang sangat sensitif, mirip pembahasan wacana duduk kasus pribadi(baik eksklusif Anda ataupun audiens Anda)

Tahukah Anda pertanyaan yang diberikan sanggup memperlihatkan 2 efek yang berbeda bagi Anda dan juga audiens.

  • Ditangani dengan baik, alasannya yakni pertanyaan mampu meningkatkan persentasi Anda secara keseluruhan.
  • Ditangani dengan jelek akan membuat dapat dipercaya Anda juga ikut buruk dihadapan seluruh audiens Anda.

Lalu untuk menangani pertanyaan dengan lebih baik, apakah yang harusnya kita lakukan? berikut ini kami bagikan 7 mitos yang umum dilakukan untuk menghilangkan pertanyaan-pertanyaan sulit itu.

1. Jangan takut dan melarikan diri dari pertanyaan selama persentasi

Sebagai gantinya Anda bisa:

  • Menyambut pertanyaan bahkan menganjurkan audiens memberi pertanyaan
  • Lihatlah pertanyaan sebagai suatu yang penting untuk persentasi Anda. Mereka pun mungkin akan mengklarifikasi dan mengkonsolidasi persentasi Anda.
  • Melihat pertanyaan sebagai sebuah pujian dari audiens.

Cara yang bisa dilakukan untuk mengundang pertanyaan, berilah pertanyaan ini audiens:

  • Saya mempunyai tanggapan dari semua pertanyaan yang akan Anda usikan?
  • Apa ada info-berita lain yang biasanya Anda temui selain topik ini?
  • Apakah Anda sepakat dengan apa yang saya katakan ini?

Dengan menunjukkan pertanyaan ini, Anda bisa sedikit lebih tenang untuk mendengar dan menjawab pertanyaan yang diberikan audiens.

2. Mintalah pertanyaan yang sulit sebanyak yang Anda bisa

Kenapa harus:

  • Dengan pertanyaan sulit yang Anda minta di depan, Anda bisa pribadi memikirkan jawabannya.
  • Untuk pertanyaan yang tidak relevan, Anda bisa meminta dengan sopan untuk menunda menjawab pertanyaan itu. Katakanlah bila Anda akan membahasnya secara pribadi dengan penanya setelah waktu persentasi selesai atau jikalau Anda mempunyai waktu komplemen.

Nah, beberapa tanda ini bisa Anda gunakan untuk menghindari pertanyaan yang sulit:

  • Mengerutkan kening atau memunculkan mulut jengkel sehabis mendapat pertanyaan sulit.
  • Membuat ekspresi bingung untuk audiens Anda.
  • Mengubah topik yang dibahas. Dengan cara memotong setiap QA menjadi pecahan-belahan pendek atau tidak memperlihatkan kesempatan audiens untuk memikirkan pertanyaan.
  • Mengarahkan pertanyaan kepada audiens, seperti mengajukan pertanyaan “Jika begitu, bagaimana berdasarkan Anda”? Atau mengarahkan pertanyaan kepada audiens yang juga sepakat.

3. Lebih baik memperlihatkan jawaban yang kurang terperinci, daripada memperlihatkan jawaban yang tidak diketahui audiens Anda

Anda mampu melakukan hal-hal ini untuk mengatasinya:

  • Jangan takut untuk mengakui batasan-batasan pengetahuan Anda.
  • Mengatakan “Saya tidak tahu” diikuti oleh “Tapi saya sanggup mencaritahunya untuk Anda”, kemudian menuliskan pertanyaannya. Audiens Anda akan lebih menghargai kejujuran.

4. Mulailah menjawab pertanyaan yang sulit dengan menyampaikan “Itu pertanyaan yang bagus”

Lalu Anda bisa:

  • Mengatakan “Saya senang Anda bertanya menyerupai itu”
  • Mengatakan “Itu pertanyaan yang bagus”, dengan begitu Anda sanggup membangun lingkungan yang erat untuk audiens Anda, karena mereka akan merasa pertanyaan mereka benar.

5. Ketika ditanya pertanyaan yang sulit, langkah pertama Anda yaitu untuk meresponnya dengan baik

Seperti:

  • Mendengarkan dan meminta penjelasan kalau memang diperlukan.
  • Mendengarkan semua bagian dari pertanyaan sebelum mengambil kesimpulan dan memberikan jawaban. Anda bisa mengatakan:

    “Hanya untuk memperjelas/meringkas/mengulang kata-kata yang Anda katakan” Hal ini untuk mengkonfirmasi ketidaktahuan Anda tentang pertanyaan sebelum Anda menjawabnya.

  • Jangan ragu untuk berhenti sebelum menjawab, karena Anda bisa memakai waktu itu untuk berpikir. Memberikan jeda bukan berarti tanda ketidakpastian tetapi tanda kehati-hatian.

6. Bersiaplah untuk membela diri ketika ada pertanyaan yang mencoba menjatuhkan Anda

Beberapa tanda denfensif yang bisa Anda lakukan yaitu:

  • Meningkatkan nada bunyi atau menjadi sedikit emsional ketika menanggapi pertanyaan.
  • Memberikan sedikit tuduhan, seperti “Anda tampaknya tidak tahu apa yang saya katakan”
  • Mengatakan hal-hal seperti “Saya tidak pernah menyampaikan bahwa…..”

Sebagai gantinya:

  • Anda bisa fokus pada mempertahankan pandangan baru Anda untuk membela diri Anda.
  • Menjadi defensif atau kasar sanggup dilihat sebagai tanda kelemahan pada diri Anda. Anda tidak akan mendapatkan simpati dari seluruh audiens Anda.
  • Mengabaikan serangan langsung.
  • Mengarahkan tanggapan Anda kembali ke pandangan baru awal Anda.

7. Pertanyaan dan balasan adalah antara Anda dan si penanya

Anda bisa melaksanakan ini ketika mendapatkan pertanyaan:

  • Ketika membalas pertanyaan, arahkan jawaban Anda untuk anggota lain dari kelompok.
  • Tapi INGAT! Bahkan kalau Anda mengambil pertanyaan dari seseorang diantara audiens, Anda masih bertanggungjawab untuk kepentingan dan keterlibatan dari seluruh audiens Anda.

Contohnya:

  • Katakanlah kepada audiens Anda, “Ini harus menjadi pertanyaan yang terlalu untuk Anda tanyakan”
  • Mempertahankan kontak mata dengan sisa audiens Anda ketika akan menjawab.
  • Meminta audiens untuk mengacungkan tangan dan bertanya “Apakah di sini ada orang lain yang ingin bertanya?”

Nah, dari ketujuh mitos dan tips yang diberikan Anda sanggup mencobanya di persentasi Anda selanjutnya. Dengan begitu Anda tidak akan merasa takut lagi dengan pertanyaan yang akan diberikan oleh audiens Anda. Makara, bukan hanya materi saja yang harus Anda kuasai, tapi keterampilan mengatur emosi dan mengendalikan audiens juga harus Anda bisa terapkan.

a

Jika tidak diatas masih sangat kurang untuk membuat Anda lebih percaya diri saat persentasi, Anda bisa mengikuti seminar dan pelatihan Public Speaking berikut ini. Dengan coach yang sangat profesional, Anda bisa melatih dan meningkatkan skill Anda untuk public speaking. Daftarkan diri Anda sekarang juga, di sini!

Tinggalkan komentar