7 Langkah Mudah Meminimalkan Hambatan Dalam Pekerjaan Akuntansi

Hampir semua orang pernah mengalami hambatan dalam menjalankan pekerjaan, termasuk pekerjaan di bidang akuntansi. Hambatan pekerjaan, khususnya akuntansi, tidak dapat dihilangkan. Yang bisa diupayakan adalah meminimalkan hambatan dalam pekerjaan tersebut. Hambatan dalam pekerjaan akuntansi ada yang bersumber dari faktor internal dan eksternal.

Hambatan-hambatan eksternal

Yang saya maksudkan dengan “eksternal” dalam hal ini ialah SESUATU yang berada di luar departemen akuntansi (accounting), contohnya

  • Orang;
  • Department lain;
  • Perusahaan lain (vendor dan pelanggan/klien);
  • Institusi keuangan (bank contohnya);
  • Institusi non-keuangan (kantor Jamsostek contohnya); dan
  • Kantor pemerintah (kantor pajak contohnya)

Interupsi atau gangguan dari luar, dengan intensitas yang paling rendah sekalipun, cukup untuk menciptakan pekerjaan menjadi runyam. Karena pekerjaan akuntansi membutuhkan fokus yang ekstra tinggi, samasekali tak bisa disambi (multi-tasking).

Bagaimana caranya meminimalkan gangguan dari pihak luar?

  1. “Meminimalkan kontak”

dalam hal ini maksudnya:

  • Hanya bekerjasama dengan pihak-pihak yang dibutuhkan (bukan setiap orang)
  • Hanya bekerjasama untuk urusan accounting (bukan segala urusan)
  • Hanya berhubungan pada saat dibutuhkan (bukan setiap dikala)

  1. Jauhi Keramaian

Hal paling sederhana yang bisa dilakukan untuk meminimalkan interupsi ialah menjauhi keramian, yakni dengan menempati ruangan yang tidak berada di areal dimana banyak orang berlalu-lalang. Misalnya:

  • Front desk yang sering menjadi daerah transitnya tamu perusahaan.
  • Ruangan personalia (HR) yang banyak berurusan dengan staff.

Idealnya, accounting office tidak bersebelahan dengan daerah-kawasan yang ramai.

  1. Tutup Pintu

ruangan yang terbuka lebar, secara psikologis, ‘mengundang’ orang luar untuk masuk kapanpun mereka mau, bahkan yang tak berkepentingan sekalipun. Dan itu sangat menganggu fokus kerja di accounting. Agar tidak terjadi, pastikan pintu ruangan accounting selalu tertutup. Dengan cara ini orang luar akan enggan masuk, kecuali memang punya kepentingan yang sangat terang dan bersifat mendesak.

Meminimalkan Hambatan Internal

Pada awal karir, hambatan kerja lebih banyak bersumber dari faktor internal. Berikut ini yakni solusi untuk meminimalkan hambatan yang berasal dari faktor internal.

1. Tingkatkan Kemampuan Teknik Akuntansi

Hambatan utama yang berasal dari faktor internal yakni: KEMAMPUAN TEKNIK AKUNTANSI YANG MASIH LEMAH. Kelemahan ini bisa jadi disebabkan oleh kurangnya pemahaman konsep akuntansi, standar akuntansi dan undang-undang pajak. Satu-satunya cara meminimalkan hambatan ini hanya dengan meningkatkan kemampuan teknik akuntansi dan perpajakan.

Solusi: Belajar terus-menerus.

  • Belajar dari buku
  • Belajar dari workshop dan short course

Untuk mereka yang lemah pada perlakuan akuntansi tertentu, bisa ikut workshop khusus untuk topik tersebut.

  • Belajar dari internet

Di periode internet kini ini, ada begitu banyak tumpuan berguru akuntansi dan perpajakan online, bahkan tak sedikit yang tersedia secara gratis, sehingga yang dibutuhkan hanya waktu dan kemauan untuk berguru. Carilah website yang menyajikan tutorial akuntansi dalam format selangkah-demi-selangkah, dan komprehensif, jangan yang hanya menampilkan definisi satu atau dua paragraf saja.

  • Belajar dari peer-group

Belajar dengan cara diskusi bareng sahabat tak kalah bagusnya. Terlebih-lebih di kurun media sosial seakan-akan kini, manfaatkanlah untuk mendiskusikan masalah-persoalan akuntansi. Dari pengamatan saya eksklusif, begitu banyak akuntan senior yang berkenan mengembangkan ilmu dan pengalamannya di media sosial.

  • Belajar dari pengalaman

 Jadikan proses menjalankan pekerjaan sebagai pecahan dari proses pembelajaran. Jangan sekedar bekerja, ambil pelajaran dari setiap pekerjaan yang dijalankan. buat catatan-catatan kecil mengenai hal-hal gres yang telah dipelajari dari pekerjaan.

  • Belajar dari atasan

Selain mencar ilmu dari menjalankan pekerjaan sendiri, mereka yang teknik akuntansinya masih lemah juga bisa mencar ilmu dari atasan. Kuncinya: jangan aib untuk bertanya. Yang penting bertanyanya lihat-lihat situasi dan kondisi kalau atasan sibuk jangan tanya dulu, tunggu hingga ia agak senggang.

2. Kelola Pekerjaan dengan Skala Prioritas

Hamabatan lain dari pekerjaan akuntansi juga sering timbul dari ketidakmampuan mengelola waktu. Khususnya di perusahaan berskala menengah dan besar, pekerjaan akuntansi selalu padat. Mereka yang tak bisa mengelola waktu sudah niscaya keteteran—terlihat selalu sibuk namun banyak pekerjaan yang tak tersentuh. Satu-satunya cara untuk mengatasi kepadatan pekerjaan adalah dengan menciptakan skala prioritas.

3. Rapikan Arsip

Arsip vital bagi seorang accounting. Hambatan pekerjaan akuntansi kerap disebabkan oleh arsip yang tidak terkelola dengan baik. Arsip yang rapi sanggup mempermudah sekaligus mempercepat pekerjaan. Sebaliknya, arsip yang awut-awutan akan membuat pekerjaan menjadi sulit dan lambat.

4. Jaga Ruangan Tetap Nyaman

Ruangan kerja sudah seharusnya nyaman. Ruangan kerja yang nyaman tidak mesti yang seukuran ‘President Suite’, yang penting tertata dengan rapi. Ruangan yang tidak tertata dengan baik bisa menjadi penghambat kelancaran kerja.

Ada type orang yang memiliki kebiasaan menaruh benda apa saja di dalam ruangan kerjanya. Ini kebiasaan buruk. Ruangan yang penuh sesak, disamping mengakibatkan susana pengap, juga membatasi ruang gerak, bahkan bisa mempersulit pencarian benda yang benar-benar dibutuhkan untuk bekerja. Untuk efektifitas, yang ada di dalam ruang kerja (idealnya) hanya benda yang sunguh-sungguh dibutuhkan.

Sumber

Baca juga:

5 Cara untuk Berhenti Menjadi Super Sibuk

3 Tips Membangun “Super Team” untuk Bisnis Anda

Cintai Pekerjaanmu Mulai dari Sekarang!

Tinggalkan komentar