7 Checklist Membangun Bisnis Autopilot

Ya, Siapa yang tidak ingin punya bisnis autopilot ? Bisnis yang jalan sendiri dan berkembang dengan sedikit atau tanpa pengawasan kita. Terlepas memang anda enjoy menjalankan sendiri bisnis anda, hampir semua pengusaha mau memiliki bisnis autopilot. Artikel ini adalah lanjutan dari tulisan saya sebelumnya dengan judul “Juragan vs korporasi” bisa dibaca di sini>> http://mebiso.com/perihal-jadi-juragan-vs-berdiri-korporasi-mana-yang-lebih-penting-untuk-kesuksesan-entrepreneur/, mohon maaf atas keterlambatan saya yang baru kasih lanjutannya sesudah beberapa dikala vakum.

Bagaimana caranya membuat bisnis kita bisa autopilot ? 

Jawabannya singkatnya adalah BANGUN SISTEM + TEAM!

Apa itu sistem ? Sistem yaitu urut-urutan proses atau mekanisme yang apabila DIULANGI jadinya SAMA. Sistem-lah yang membedakan bisnis juragan dengan bisnis korporasi. Tanpa sistem yang baku, maka bisnis anda sangat tergantung dengan anda sebagai “superman” yang harus memerintah dan mengontrol segala operasional bisnis anda. Dalam bisnis ada beberapa sistem yang harus anda bangun. Berikut yakni 7 pilar yang perlu anda bangun :

1. Marketing

7 Checklist membangun Bisnis Autopilot

 

Marketing yaitu cara anda mendatangkan calon customer ke dalam bisnis anda, prakteknya dapat berupa inbound call, store visit atau visitor ke website anda. Team marketing bertugas mengkomunikasikan produk/jasa anda kepada sasaran customer melalui banyak sekali channel, baik offline maupun online. Contoh: sebar brosur, pasang baliho, pasang iklan facebook, ikut bazar, dll.

2. Sales

 

7 Checklist membangun Bisnis Autopilot

7 Checklist membangun Bisnis Autopilot: Sales

Sales yaitu bagaimana cara anda mengkonversi calon pembeli yang dikirim oleh marketing menjadi pembeli dan selanjutnya loyal customer. Tentukan proses penjualan di bisnis anda, apakah memerlukan presentasi, ataukah via chat. Trainingkan sales/chat scriptnya, asah cara presentasinya, siapkan demo produk dan material pendukung sales lainnya.

3. Produksi

produksi via commons.wikimedia.org

produksi via commons.wikimedia.org

Jika bisnis anda melibatkan proses manufaktur/produksi, maka anda juga perlu menciptakan sistem produksi. Gunanya untuk memastikan pesanan customer atau planning produksi mampu ditepati baik jumlah, kualitas maupun aktivitas deliverynya. Didalamnya termasuk penyiapan materi baku, perawatan mesin, hingga quality control.

4. Operational

operasional

operasional

Sistem operasional ialah bagaimana anda menghandle order hingga delivery dengan efektif dan se-efisien mungkin kepada customer. Sejak dari closing oleh sales sampai produk/jasa diterima oleh customer. Misal: order picking, packing, sampai delivery. Didalam sistem operasional juga meliputi pembelian dan manajemen persediaan/stok (kecuali untuk perusahaan besar, kedua hal ini mampu dipisah sistem tersendiri).

5. Keuangan

keuangan via blog.mokapos.com

keuangan via blog.mokapos.com

Sistem keuangan ialah yang mengatur pemasukan dan pengeluaran uang dari dan ke bisnis anda. Penjualan tunai, pelunasan dari customer, pembayaran supplier, cicilan hutang, mutasi kas kecil. Sistem ini bertugas memastikan perusahaan mempunyai cukup uang untuk terus beroperasi dan menguntungkan (menghasilkan kas).

6. Admin/Akuntansi

 

akuntan internal via firmfinder.org

akuntan internal via firmfinder.org

Sistem akuntansi yakni bagaimana anda mencatat semua transaksi keuangan untuk tujuan pelaporan dan analisa. Akuntansi yaitu rapor bisnis anda, yakni cermin yang anda gunakan untuk memperbaiki bisnis lewat angka. Mulai dari pembelian, hutang, stok, penjualan, kas/bank hingga laba/rugi. Tanpa angka anda hanya akan menerka2 dalam gelap.

7. HR

human resources via leblanclawandmediation.com

human resources via leblanclawandmediation.com

Last but not least, Sistem Human Resource mengatur bagaimana anda merekrut, seleksi, mendevelop team semoga menjadi superteam yang nantinya melakukan kelima sistem diatasnya. Superteam inilah yang akan membangun bisnis autopilot anda, tanpa team yang bertanggungjawab dan terlatih, sistem tidak akan jalan.

Sedangkan TEAM yaitu orang-orang yang melaksanakan ke-7 sistem diatas dan yang secara riil membangun bisnis kita. Membangun sistem dan team membutuhkan proses dan waktu, namun risikonya sepadan supaya bisnis anda dapat di duplikasi dan berjalan tanpa anda.

Tinggalkan komentar