6 Langkah Menjadi Pengusaha Untuk Kamu Yang Berstatus Sebagai Mahasiswa

Tahu kan jikalau Bill Gates, Mark Zuckerberg, Larry Page dan Sergey Brin yakni pengusaha sukses yang memulai karir mereka dikala masih menjadi seorang mahasiswa? Mereka membuatkan lebih dari sekedar prestasi yang bisa kita tiru. Salah satunya yaitu memulai bisnis dikala masih muda dan membuat gebrakan baru di bidang teknologi.

Sekalipun ada catatan beberapa dari mereka tidak sempat menjadi Sarjana atau lulus S1, tapi mereka bisa menunjukan bahwa ketekunan dan ketelatenan mereka dalam menitih karir di bidang teknologi dan bisnis bisa berkembang. Dan ketika ini sudah bukan hal yang gila lagi ketika seorang mahasiswa di aneka macam perguruan tinggi menjadi seorang entrepreneur.

Mereka bukan hanya menjual dan menerima uang jajan lebih, tapi mereka mau untuk membuat startup yang bahkan memperlihatkan lapangan kerja gres bagi orang lain. Sulit memang memulai bisnis tanpa pengalaman dan pengetahuan bisnis ini dan itu. Tapi ketika impian mengalahkan ketakutan gagal, maka semuanya bisa dilewati.

Berbisnis di usia muda memang sangat menantang. Dan berikut ini 6 langkah yang bisa digunakan untuk materi berguru dan berlatih berbisnis untuk mahasiswa:

1. Mengevaluasi keterampilan, pengetahuan dan tujuan bisnis diri sendiri

Sebelum memulai bisnis pastikan kamu tahu, ilmu apa yang sudah kamu kuasai di bidang ini. Keterampilan apa saja yang membuat kamu berani memulai bisnis ini, dan tujuan apa yang ingin kau capai dari bisnis ini. Kamu harus tahu apa yang kau inginkan dari mendirikan bisnis ini. Itu akan membuat kau simpel memilih kebutuhan apa saja yang harus kau penuhi.

Bisnis memang tidak luput dari resiko, apalagi saat kamu memutuskan berbisnis di usia muda dengan ilmu dan pengalaman yang minim. Idealnya kita selalu ingin bekerja dan nyaman mencari uang di tempat yang sesuai dengan keinginan dan pengalaman kerja kita, tapi jangan pernah takut untuk berani keluar dari zona nyaman kita sendiri.

Tapi kata Mark Zuckerberg, CEO Facebook “Resiko terbesar dari bisnis yakni dikala kita tidak mengambil resiko apapun. Dalam dunia yang terus berubah dengan cepat, satu – satunya seni manajemen yang dijamin gagal yaitu tidak mengambil resiko”.

2. Menemukan inspirasi bisnis yang cocok

Ide bisnis yang baik yakni ketika kita bisa mengidentifikasi kebutuhan dan kemudian memenuhi itu. Sekalipun bisnis yang kita mulai masih kecil, tapi ide bisnis harus tetap dibentuk. Karena kita harus tahu apakah wangsit tersebut bekerja atau tidak, sekalipun tidak kita juga akan tahu bagaimana mengembangkan wangsit lainnya.

Rencana bisnis

Sumber: entrepreneur.com

3. Melakukan riset pada pesaing kita

Bagaimana melaksanakan riset pasar dan mengetahui taktik pesaing kita?

Kita bisa mulai dengan melakukan riset secara online, dengan menggunakan keyword atau frase ihwal bisnis, layanan atau produk kita di aneka macam mesin pencari. Perusahaan dengan peringkat tertinggi akan menawarkan kita pandangan gres yang baik. Begitu juga dengan siapa pesaing yang akan dan harus kita hadapi.

Baru sehabis itu kita bisa melakukan riset di media – media cetak. Seperti iklan atau brosur yang disebarkan oleh banyak sekali bisnis di jalanan. Bagaimana mereka melakukan publikasi, kepada siapa saja mereka berbagi itu, dan bagaimana tampilan yang membuat orang banyak tertarik.

Dan untuk riset offline lainnya, kita bisa mulai hadir di berbagai jadwal seolah-olah pekan raya dagang atau seminar bisnis yang diadakan oleh banyak sekali instansi. Dari situ kita bisa melihat – lihat produk atau layanan apa yang dilakukan oleh pesaing kita. Acara ibarat ini mengambil peran penting untuk memperkenalkan produk – produk lokal kepada masyarakat luas.

Setelah itu gres kita coba mengevaluasinya.

  • Bagaimana mereka direspon oleh audiens di search engine Google, Yelp, Yell, Yahoo dan lain sebagainya?
  • Bagaimana mereka mempromosikan diri mereka sendiri? Apakah dengan mendaftarkan setiap materi pemasaran, seakan-akan newsletter, update di media sosial atau blog mereka sendiri.
  • Jika memungkinkan lihatlah bagaimana mereka bekerja, seperti proses mereka berjualan atau melayani customer.
  • Kita juga harus mulai membiasakan melihat pesaing dengan memilih kekuatan dan kelemahan mereka, alasannya yakni ini akan terang membantu kita untuk proses selanjutnya.

4. Membuat planning bisnis yang matang

Sebuah rencana yang sukses akan memperjelas ide kita, membantu menentukan tujuan jangka panjang dan memberikan blueprint untuk menjalankan bisnis kita. Seperti yang dikatakan oleh Jack Welch, Former CEO of General Electric “Pemimpin bisnis yang baik bisa membuat visi, mengartikulasikan visi, memiliki semangat tinggi untuk visi mereka dan tidak berhenti berusaha hingga semua tujuan tercapai”

Rencana bisnis kita harus meliputi:

  • Konsep bisnis: Latar belakang bisnis kita, struktur bisnis dan rincian produk atau jasa yang akan kita tawarkan.
  • Pasar dan pesaing: Rincian demografis pelanggan, produk atau jasa yang bersaing dari pesaing kita.
  • Sales and marketing: Pengembangan strategi mendefinisikan bagaimana kita membangun bisnis yang berbasis pelanggan.
  • Tim manajemen: Memberikan informasi perihal tanggungjawab masing – masing orang, dan keterampilan apa yang harus mereka miliki untuk bekerja di daerah kita.
  • Keuangan: Memiliki laporan keuangan yang realistis.
  • Penilaian resiko: apa kelemahan potensial yang sanggup mempengaruhi keberhasilan usaha kita

Nah, kau bisa mulai dengan coretan – coretan kecil untuk rencana bisnis ini 🙂

5. Carilah mentor untuk membantu kita

Memulai bisnis di usia muda dengan emosi dan ego yang tidak stabil, tentu saja kita membutuhkan panutan dan bimbingan dari orang yang sudah lebih berpengalaman dari kita. Kita bisa mencari pesan tersirat dari orang – orang di industri yang sama dengan kita. Saat kita mencari mentor, kita bisa mencari mereka yang: sukses pada bisnisnya untuk kemudian kita tiru, atau mereka yang berpengalaman pada industri yang kita ingin masuki.

Dan kebanyakan ketika ini aneka macam universitas mempunyai program untuk mengasah keterampilan mahasiswa mereka untuk menjadi entrepreneur. Kita akan mendapat banyak pelajaran atau pelatihan, tapi beberapa dari kita justru akan lebih nyaman dengan mentor yang kita temui sendiri.

6. Mendaftarkan bisnis semenjak dini

Jika semua langkah di atas sudah kamu lakukan, selanjutnya adalah mendaftarkan segera bisnis kamu. Baik bisnis online ataupun bisnis offline. Jika kamu berkecimpung di dunia online, segera bangun merek bisnis kamu, ciptakan website toko online kamu, belilah domain yang sesuai dan segera lakukan promosi di berbagai media online yang kamu miliki. Lebih – lebih sekarang memiliki website juga bukan lagi hal yang sulit. Kamu tidak harus memiliki keahlian programming untuk menciptakan website toko online atau e-commerce bisnis kamu. Kamu bisa membeli paket toko online instan, yang sudah memperlihatkan kamu website toko online, hosting untuk menyimpan data kamu dan domain untuk alamat website kau.

Selain itu, kamu juga bisa mulai mendaftarkan hak paten merek kau di lembaga yang terkait. Karena merek yang belum mempunyai hak paten bisa saja diklaim oleh orang lain. Dan kamu tentu tidak ingin itu terjadi kan?

Sebenarnya ada banyak pilihan yang bisa kau ambil sebelum memulai bisnis. Seperti kau ingin berbisnis solo atau solopreneur, bergabung dengan beberapa perusahaan atau dengan agenda business partnership. Dan masing – masing dari ini tentu mempunyai kelebihan dan kekurangannya masing – masing. Tergantung dari kita yang menjalankan.

Nah, itu tadi beberapa langkah yang bisa dipelajari dan dicoba oleh kamu yang ingin berbisnis tapi masih berstatus sebagai mahasiswa. Kamu bukan hanya bisa menambah uang jajan, tapi juga bisa membuat besar hati orang bau tanah. Tapi yang terang kewajiban utama sebagai seorang Mahasiswa harus tetap dijalankan ya 🙂

Sumber: entrepreneur.com

Tinggalkan komentar