6 Alasan Mengapa Anda Sebaiknya Menulis Listicle

Alasan menggunakan listicle – Anda mungkin cukup erat dengan artikel-artikel dengan judul yang diawali dengan angka (ibarat artikel ini). Artikel-artikel ini biasanya berisi tips dan trik untuk suatu topik.

Artikel-artikel tersebut (termasuk ini juga) yakni listicle, format artikel berisi poin-poin (list) yang dipopulerkan oleh Buzzfeed.

Saat ini format listicle telah menjadi format yang paling terkenal dalam membuat artikel untuk website.

Di Indonesia, tren penulisan listicle dipelopori oleh Hipwee, Brilio, dan media-media online lain.

Dalam artikel ini, Mebiso merangkumkan 6 alasan mengapa Anda sebaiknya menulis artikel dengan format listicle.

kenapa pake listicle
Sumber gambar: pexels.com/@suzyhazelwood

1. Tidak seolah-olah akad, angka dalam listicle memperlihatkan kepastian kepada pembaca

Mayoritas listicle selalu memakai angka dalam setiap judulnya.

Isi artikel tentu juga menyesuaikan dengan judul. Jika di judul tertulis 5 cara nyeleneh membasmi nyamuk tentu Anda akan mendapati 5 poin yang dijabarkan oleh penulis.

Kehadiran bilangan dalam artikel memperlihatkan kepastian kepada pembaca akan isi dari artikel yang akan ia baca. Dengan begitu, pembaca termotivasi untuk mengklik dan membaca hingga tuntas.

listicle mengandung topik sensasional
Sumber gambar: unsplash.com/@benwhitephotography

2. Disertai kata sensasional, listicle memantik rasa ingin tahu pembaca

Dalam menulis judul listicle, seorang penulis akan selalu memasukkan kata-kata sensasional, tak wajar, dan unik, membuat pembaca penasaran.

Adanya kata-kata unik ini mempersiapkan pembaca akan kejutan yang nantinya ia dapatkan ketika membaca isi artikel.

Penulis listicle yang handal sanggup mengejutkan pembaca dengan sudut pandangnya yang unik.

membaca
Sumber gambar: pexels.com/@hasanalbari

3. Format listicle memudahkan pembaca memahami informasi yang terkandung

Menggunakan format listicle adalah cara termudah untuk membuat pembaca memahami suatu isu.

Hal tersebut dikarenakan artikel tersusun ke dalam poin-poin pokok dengan disisipi paragraf-paragraf penjelas.

Format ini cukup ringan sehingga tidak menciptakan otak pembaca bekerja keras untuk memahami artikel yang dibaca.

seorang pria mengambil gambar
Sumber gambar: pexels.com/@trysh-photo

4. Adanya gambar mempertegas poin yang disampaikan

Dalam listicle, penulis selalu menyertakan gambar di atas poin yang hendak dijelaskan.

Gambar tersebut berfungsi untuk mempertegas informasi yang disampaikan masing-masing poin.

Selain itu, adanya gambar menjadi hiburan sesaat supaya mata pembaca tidak lelah memandangi teks dan karakter.

terlalu asik bermain media sosial
Sumber gambar: pexels.com/@edgarserrano

5. Mudah dibagikan, format listicle berpotensi viral

Artikel yang dikemas dalam format listicle lebih gampang dibagikan dibanding format artikel lain.

Hal tersebut dikarenakan format listicle memperlihatkan informasi yang ringkas dan simpel dipahami.

Ketika dibagikan di media sosial, listicle tidak terlalu menginterupsi pengalaman bermedia sosial seseorang.

waktu yang tepat untuk merekrut tim hustler
Sumber gambar: pexels.com

6. Listicle tidak membutuhkan waktu yang lama untuk dibaca

Penelitian-penelitian terbaru mengungkapkan fakta mengejutkan mengenai perhatian insan.

Ternyata, insan modern (yang hidup di zaman kini) memiliki rentang perhatian yang relatif sempit alias sulit fokus pada suatu kiprah.

Membaca juga termasuk salah satunya.

Format listicle menuntaskan permasalahan ini. Artikel dengan format listicle sanggup dibaca dalam waktu singkat.

Selain itu, poin-poin yang berbentuk sub-judul dalam artikel dapat dibaca sekilas oleh pembaca dan eksklusif bisa dipahami.

6 Alasan di atas ialah alasan mengapa listicle disenangi oleh pembaca. Apabila Anda mempunyai bisnis online, sudah saatnya Anda menggunakan format listicle ini.

Baca juga artikel menarik lainnya:

7 Alasan yang Membuat Start-up Gagal Bertahan Hidup

6 Fakta Generasi Millenial yang Perlu Diketahui Pebisnis Online

5 Tips Produktif di Co-working Space

Tinggalkan komentar