5 Ramalan Tren Sosial Media 2018 Yang Patut Anda Cermati, Siapa Tahu Dibaliknya Ada Peluang Yang Bisa Digarap

Tren Sosial Media 2018 – Beberapa jam lagi tahun 2017 akan segera berakhir. Sebentar lagi kita akan menyongsong fajar pertama di tahun 2018 yang segera terbit dengan segumpal harapan. Mungkin juga dengan segenggam optimisme: bahwa tahun 2018 mestinya bisa melalui 365 hari dengan penuh kesuksesan.

Ranah online ketika ini memang sedang bergemuruh sejalan dengan ledakan jumlah pengguna smartphone dan penetrasi layanan internet yang meluas. Laporan Tetra Pak Index pada 2017 juga mengungkap bahwa tercatat ada lebih dari 106 juta orang Indonesia menggunakan media sosial tiap bulannya. Di mana 85% di antaranya mengakses sosial media melalui perangkat seluler. Sedangkan nilai transaksi e-Commerce diprediksi mencapai Rp 144 triliun pada 2018.

106 juta pengguna aktif internet dan 144 triliun yakni pasar yang masif. Sudah niscaya akan makin banyak online shop dan penyedia jasa layanan berbasis online bermekaran.

Lalu tren sosial media 2018 apa yang layak dicermati? Tren yang mungkin akan terus bergerak, membawa perubahan dalam cara kita mengolah hidup dan menjemput rezeki. Tren yang mungkin akan terus menyeruak, menghadirkan sejumlah peluang yang layak digarap secara serius.

Berikut ramalan 5 tren sosial media 2018 yang mestinya kudu dicermati. Siapa tahu dibaliknya ada peluang yang bisa ditangkap.

Tren sosial media 2018 #1: Instagram Story.

Setelah sebelumnya pada Juli 2017 Instagram Stories mengantongi 250 juta pengguna aktif harian, pada November 2017 jumlah penggunanya kembali meningkat hingga 300 juta. Pencapaian ini diumumkan langsung oleh CEO dan pendiri Facebook Mark Zuckerberg. Pertumbuhan pengguna Instagram Stories bahkan menyalip jumlah pengguna aktif Snapchat yang kini hanya berkisar di 173 juta.

Tentu saja, tren ini akan membawa implikasi mekarnya interaksi dan meningkatkan iman bagi brand owner, influencer atau selebgram yang memiliki follower yang setia.

 

Tren sosial media 2018 #2: Fokus pada genereasi Z. 

Hingga saat ini belum ada kesepakatan mengenai tahun lahirnya generasi Z. Tapi, menurut Meagan Johnson dalam Independent.co.uk, generasi Z ialah orang yang lahir sesudah tahun 2002 dan diestimasikan jumlahnya mencapai 18 persen populasi penduduk dunia dikala ini.

Mereka terbiasa dengan mengerjakan tugas di komputer, sementara berbincang dengan teman via Skype dan mencari bahan pada tablet. Generasi ini terbilang mahir dalam melakukan beberapa hal dalam satu waktu. Bisa dibilang, generasi Z lebih baik dan efisien dari millenial.

Generasi Z juga cenderung lebih berjiwa pengusaha dibandingkan millenial. Bahkan 72 persen generasi Z memberikan mereka ingin membangun bisnisnya sendiri suatu hari nanti. Hal ini didorong canggihnya teknologi dan tingginya jaringan sosial yang dimiliki sehingga membentuk individu yang ingin berwirausaha.

 

Tren sosial media 2018 #3: Manfaatkan live streaming. 

Jika dulu membuat live streaming merupakan hal yang sangat tabu di masyarakat kita, berbeda dengan kini. Live streaming menjadi salah satu penggalan terpenting dari media sosial yang banyak dipakai berbagai jenis brand untuk menarik minat konsumen.

Livestreaming bisa dipakai untuk berinteraksi pribadi secara real time, dan bisa membuat orang yang menontonnya merasa menjadi kepingan dari brand Anda dan aktivitasnya yang terekam kamera live. Mereka bisa pribadi mengajukan pertanyaan, seruan dan memperlihatkan masukan yang pastinya akan sangat berharga juga bagi perkembangan brand Anda. Mengingat belum banyak brand yang benar-benar memanfaatkan platform ini, brand Anda sanggup menjadi salah satu pionir yang menyajikan sesuatu yang berbeda dan menarik bagi prospek Anda. Spontan dan relevan, serta interaktif bagi brand Anda.

 

Tren sosial media 2018 #4: Manfaatkan aplikasi WhatsApp. 

Kini Anda sudah bisa membuka sebuah bisnis online maupun melaksanakan sebuah transaksi online dengan memaksimalkan semua fitur chatting yang terdapat pada fasilitas WhatsApp Anda. Di Indonesia sendiri, pengguna aktif WhatsApp mencapai 24 juta orang.

Sebagai sebuah sosial media yang baru didirikan 2009, sebetulnya fungsi WhatsApp tak jauh berbeda dengan facebook. Perbedaan yang utama hanya terletak pada akomodasi melaksanakan percakapan via chatting antar pengguna yang pribadi dapat dilakukan secara online.

Yang menarik yaitu sebab di WhatsApp Anda terdapat 40 fitur yang sangat menarik, seolah-olah pin chatting, fitur bot, dll

 

Tren sosial media 2018 #5: Gunakan jasa influencer atau selebgram.

Lebih dari 90 persen para pemasar yang menyewa jasa influencer dalam strategi pemasarannya yakin bahwa hal tersebut bisa membawa laba bagi penjualan produknya. Kehadiran selebgram ialah sebuah fenomena. Selebgram mematahkan anggapan banyak orang bahwa untuk menjadi beken haruslah tampil lewat layar kaca.

Kini, seseorang yang biasa saja bisa menjadi “selebriti” di dunia Instagram dengan ribuan hingga jutaan pengikut. Tidak kalah dari artis sinetron. Layaknya fans terhadap artis pujaan, followers ini juga mengikuti keseharian para selebgram. Followers memberikan komentar dan likes pada setiap posting selebgram.

Berbeda dari artis di layar beling, selebgram mempunyai kedekatan yang lebih dengan para pengikutnya. Hal ini lantaran mereka menampilkan kegiatan sehari-hari yang tak bisa tersentuh artis layar kaca. Tak jarang, para selebgram ini juga pribadi berinteraksi lewat kolom komentar dengan pengikutnya.

Dengan ratusan ribu dan jutaan pengikut setia itu, perusahaan-perusahaan besar pun mulai melirik selebgram untuk mempromosikan produk mereka. Selebgram kemudian menjadi ladang bisnis yang menggiurkan.

Bisnis selebgram bukan main-main. Nilainya cukup fantastis. Bahkan pemerintah berencana menerapkan pajak terhadap selebgram alasannya mereka meraup pundi-pundi uang dalam jumlah besar. Bisnis ini juga diperkirakan akan terus berkembang. Pasalnya, masih belum ada media sosial yang mengalahkan ciri khas Instagram yang mempunyai sentuhan personal melalui visual foto ataupun video.

 

Demikianlah 5 tren sosial media 2018 penting yang layak disimak. Kita melihat 5 tren ini mungkin akan terus mewarnai jagat kehidupan bisnis hingga beberapa tahun ke depan. Memang, kadang sulit untuk memprediksi masa depan. Maka cara paling gampang untuk meramal masa depan yakni dengan menjadi isu terkini-makers, bukan sekedar penonton.

 

 

The Best Way to Predict the Future is to Invent It.

Tinggalkan komentar