5 Jenis Tantangan Umum Dalam Memulai Bisnis Startup

Tantangan bisnis startup – Sebuah perusahaan startup tentu akan mencicipi jatuh bangun dalam membangun dan mempertahankan bisnisnya.

Dalam setiap proses membangun bisnis, sebuah kesalahan merupakan serpihan yang paling penting.

Ini akan membuka jalan atau kesempatan Anda untuk sukses dari setiap jalan keluar yang Anda dapatkan.

Dan berikut ini 5 tantangan yang umum akan dihadapi oleh para pelaku atau pendiri bisnis startup.

1. Salah mentargetkan pasar

tantangan bisnis startup
Sumber gambar: pexels.com/@bruce-titlestad-491760

Sebuah bisnis startup memang terkadang terburu-buru dalam menciptakan dan memasarkan produk mereka.

Mereka terlalu berambisi untuk memulai dan masuk ke dunia bisnis dengan jalan yang belum sepenuhnya mereka ketahui.

Salah satu yang menjadi problem dalam mulai menjalankan bisnis startup yakni mereka terkadang salah atau bahkan keliru membuat sasaran untuk produk yang mereka hasilkan.

Mereka harusnya tahu apa yang mereka hasilkan, dan untuk siapa produk itu dijual.

Itu sebabnya banyak startup yang pribadi melarat, ketika produk mereka salah masuk pasar dan mendapatkan rugi yang tidak sedikit.

2. Memiliki model bisnis yang buruk

tantangan bisnis startup
Sumber gambar: unsplash.com/@campaign_creators

Salah satu kesalahan yang dilakukan oleh sebuah startup yaitu mereka terlalu optimis terhadap iktikad yang sanggup mencapai sukses dan mendapatkan pelanggan dengan simpel.

Tapi dibalik itu mereka melewatkan persiapan untuk membuat sebuah model bisnis yang matang sekalipun bisnis mereka masih terbilang kecil.

Ini akan berdampak fatal, ketika model bisnis yang dijalankan salah atau bahkan tidak ada.

Seolah – olah bisnis itu bekerja tanpa ada jalan, tujuan dan proses berguru.

Mereka terkadang hanya fokus pada pencarian pelanggan yang banyak. Meskipun mereka memiliki produk barang atau jasa yang mereka pajang dalam sebuah halaman website, hal tersebut tidak membantu banyak bila model bisnisnya belum sempurna.

3. Jumlah pekerjaan tidak sebanding dengan tenaga kerja

Sumber gambar: pexels.com/@punttim

Saat memulai untuk membangun sebuah bisnis startup jangan lupakan wacana apa sasaran Anda, apa planning Anda dan apa pekerjaan Anda.

Anda tidak mampu menjalankan semuanya sendiri.

Dalam sebuah bisnis startup, kerja sama yakni hal terpenting dalam membangun sebuah bisnis startup. Entah itu kolaborasi dengan rekan kerja, karyawan dan investor.

Beberapa startup mengaku mengalami kegagalan dikala jumlah pekerjaan mereka tidak sebanding dengan jumlah karyawan yang dimiliki.

Anda harus tahu sebanyak apa kira – kira Anda membutuhkan karyawan untuk membantu menuntaskan semua pekerjaan Anda.

Karena tidak mungkin Anda menjadi CEO dan juga menjadi seorang sales dan sekaligus pecahan keuangan. Ini tidak akan simpel untuk dilakukan.

Jika begini terus, suatu ketika Anda akan kehilangan fokus untuk mengembangkan bisnis startup yang Anda dirikan ini.

4. Kekurangan dana membuat operasional mandek

pengelolaan bumdes
Sumber gambar: pexels.com/@laksono-aji-266222

Yang satu ini menjadi banyak keluhan yang disampaikan oleh beberapa pelaku bisnis startup.

Masalah dana menjadi salah satu kendala yang besar dan besar lengan berkuasa bagi berjalannya sebuah bisnis, terutama untuk bisnis startup.

Karena kita tahu, bahwa bisnis startup bukan sebuah bisnis kecil yang membutuhkan modal yang kecil juga.

Mungkin beberapa dari pemilik bisnis startup akan berkata, jika berbisnis startup hanya butuh tekad dan aksi yang faktual. Tapi gotong royong bisnis apapun tentu membutuhkan dana yang cukup untuk membangun dan membuat sebuah produk.

Tidak sedikit bisnis startup yang gagal atau bahkan berhenti beroperasi karena tersendat hambatan keuangan.

Salah satu cara menanggulangi duduk kasus dana ini yakni mengajukan investasi pada investor.

Beruntungnya, ketika ini sudah banyak platform investasi online yang memudahkan kita mendapatkan pendanaan.

Salah satu platform terpercaya yang Mebiso rekomendasikan adalah Investree

Berbeda dengan platform lain, Investree adalah platform peer to peer lending yang berbasis syariah sehingga pendanaan yang nanti Anda dapatkan terjamin kondusif dan penuh berkah.

5. Praktis berpindah haluan

antri di jalan tol
Sumber gambar: pexels.com/@jason-607210

Tidak praktis memang ketika kita memulai untuk meyakinkan diri membangun sebuah perjuangan dari keinginan sendiri dan pandangan baru yang berasal dari diri sendiri.

Tidak jarang dogma untuk sanggup sukses akan goyah seiring dengan berjalannya waktu.

Bukan mustahil, setiap dari kita yang mempunyai ide akan mempunyai pandangan gres yang berbeda dan muncul pada saat yang tidak kita duga.

Jika kita tidak kuat untuk memegang teguh pendirian terhadap pandangan gres dan tujuan kita, maka simpel saja kita akan berpindah haluan dan menjalankan bisnis lain, padahal bisnis yang ini saja belum berjalan dengan baik.

Selamat mencoba 🙂

Baca juga:

10 Tips Menulis Subject Email Penawaran Agar Dibaca oleh Calon Pelanggan Anda

5 Alasan Mengapa Anda Hanya Akan Makara Seorang Pemimpi dalam Bisnis

2 Langkah Cerdas untuk Kerja Lebih Produktif

Tinggalkan komentar