3 Penyebab Entrepreneur Sering Gagal Ketika Negosiasi

Nah pemilik bisnis. Mungkin hingga kini anda masih membayangkan “perundingan” kesannya selalu berujung pada uang tunai. Tidak ada yang lebih salah dari itu. Jutaan rupiah melayang, begitu pula dengan umur bisnis anda akibat mendefinisikan perundingan dengan cara yang sempit.

Negosiasi ialah bagaimana anda berupaya membawa pembicaraan anda menuju kesepakatan dengan lawan bicara. Benar sekali, topik uang selalu terlibat dalam proses ini. Tapi perundingan yang baik juga meliputi komponen penting lain yang seringkali terabaikan oleh enterpreneur.

Jika hingga saat ini anda merasa kesulitan mencapai kata setuju dalam perundingan anda, mungkin ada hal yang anda lakukan dengan tidak tepat. Apa saja?

1. Anda pikir Anda telah memberitahu mereka semua yang perlu mereka tahu.

“Produk saya memakai bahan-materi organik.” “Jasa saya mempunyai jaminan uang kembali.” “Dukungan pelanggan saya 24/7.” Maaf, tetapi mereka semua yakni fakta. Apa yang harus Anda lakukan yakni memberitahu apa visi bisnis anda kepada pembeli potensial Anda.

Berikut urutannya. Setelah Anda menjelaskan ketidakpuasan lawan bicara anda terhadap produk lain, Anda bisa memberikan gambaran anda perihal apa risikonya hidup lawan bicara anda sesudah memakai produk atau jasa Anda.

Dengan kata lain, jelaskan bagaimana produk yang Anda jual akan secara dramatis mengatasi perkara pelanggan potensial anda. Lalu biarkan orang mengambil keputusan dengan pikiran yang tenang. Mereka akan senang berbisnis dengan Anda.

2. Anda gagal menghubungkan antara citra visi dengan harga.

Jika Anda sudah tahu persoalan terbesar klien potensial Anda, katakanlah contohnya ketidakmampuan pemasok mereka dikala ini untuk memenuhi sasaran tanggal pengiriman. Dan kini Anda sudah menjelaskan bagaimana jasa Anda bisa mengatasinya, maka berikutnya anda harus bisa menyelaraskan akad dengan harga.

Banyak pengusaha menganggap barang atau jasa mereka hanya sebagai produk yang hanya akan ditumpuk oleh pembeli di gudang, atau sekedar layanan yang menggantikan jasa yang saat ini sedang dipakai. Sehingga seringkali anda menyerah kalau sudah menyangkut perang harga. Namun, jikalau Anda percaya dengan jasa anda, bahwa customer memang benar-benar membutuhkan jasa anda, maka  anda harus percaya dengan harga yang anda memutuskan dan ketika ini tengah anda perjuangkan.

3. Anda tidak paham bahwa setiap waktu bersama klien potensial artinya negosiasi.

Kembali lagi pada kenyataan bahwa sebagian besar pengusaha masih sering mengidentifikasikan negosiasi sebagai waktu untuk membahas uang. Begitu pula soal ruangan. Negosiasi dianggap harus dilakukan di meja bundar.

Padahal setiap waktu yang Anda habiskan dengan prospek bisnis Anda yaitu kesempatan untuk menanamkan paham visi Anda kepada mereka. Setiap interaksi dengan klien potensial yakni perundingan. Tidak perlu ada meja atau ruang konferensi.

Tinggalkan komentar