3 Alasan Utama Kenapa Pengunjung Tidak Sudi Membaca Artikel Anda (Beserta Cara Membenahinya)

Sebagai pemilik website, Anda mungkin kesal lantaran sudah banyak artikel yang Anda tulis tetapi tidak ada orang yang membaca artikel tersebut.

Padahal Anda sudah meluangkan banyak waktu dan sumber daya untuk menciptakan artikel-artikel tersebut.

Kuantitas artikel yang Anda hasilkan ternyata tak berbanding lurus dengan jumlah pembaca yang Anda harapkan.

Lantas apa sebabnya?

Dalam artikel ini, Mebiso menjawah keluh kesah Anda dengan merangkumkan tiga alasan utama yang menjadikan orang tidak membaca artikel di website Anda.

Indikator Kualitas Artikel

Sebelum membahas tiga alasan tersebut, ada baiknya Anda mengetahui indikator yang memberikan kalau artikel Anda tidak banyak dibaca orang.

Yang pertama jelas tidak adanya traffic alias website Anda tidak ada yang mengunjungi.

Anda mungkin sudah membagikan link artikel website Anda ke aneka macam media umum. Tapi, nyatanya tidak ada yang meng-klik link tersebut. Alhasil tidak ada pengunjung.

Indikator kedua adalah tingginyabounce rate atau rasio pantulan.

Bounce rate sendiri yakni istilah yang merujuk kepada rasio antara jumlah pengunjung yang meninggalkan (bounce) situs Anda dalam waktu kurang dari 30 detik tanpa melaksanakan apa-apa dibagi dengan jumlah pengunjung yang tetap berada di situs Anda.

Indikator ketiga adalah rendahnya dwell time (Google Analytic menamainya time spent on page) yakni rerata waktu yang dihabiskan pengunjung di halaman website Anda (dalam hal ini artikel yang ada di website).

Bounce rate dan dwell time ini oleh pakar digital marketing dianggap sebagai indikator kualitas konten atau artikel suatu website.

Bounce rate yang tinggi dan dwell time yang rendah menunjukkan bahwa pengunjung website Anda tidak betah membaca artikel yang Anda buat.

Setelah mengetahui indikator artikel yang tidak dibaca oleh pengunjung, silahkan simak 3 alasan kenapa artikel Anda tidak dibaca oleh orang.

keasyikan menulis untuk diri sendiri
Sumber gambar: pexels.com/@negativespace

1. Tidak peka dengan minat pembaca, Anda malah asyik menulis untuk diri sendiri

Kesalahan ini yaitu yang paling umum dilakukan oleh penulis atau pemilik website.

Tentu Anda mempunyai minat atau passion terhadap suatu topik. Tetapi terkadang, minat Anda ini membutakan Anda dalam memandang kemauan pembaca.

Anda justru menulis topik yang jarang atau tidak dicari oleh orang lain.

Saran

Pertama, tulis artikel sesuai dengan topik atau bidang yang diminati banyak orang.

Untuk mengetahui topik yang banyak diminati orang, Anda dapat menggunakan tool seperti Google Trends.

Lewat Google Trends Anda bisa mengetahui kata kunci yang banyak ditelusuri orang di mesin pencari Google.

Ilustrasi penggunaan Google Trend

Untuk menggunakan Google Trends, terlebih dahulu ganti lokasi pencarian menjadi Indonesia.

Anda sanggup mengganti lokasi pencarian di serpihan kanan atas (kotak warna merah di gambar).

Setelah itu Anda dapat memasukkan kata kunci di kotak yang disediakan.

Jika sudah, tekan enter dan Anda akan menemukan hasil pencarian seolah-olah berikut ini.

Ilustrasi penggunaan Google Trends

Dalam acuan di atas, penulis memakai kata kunci Dilan 1990.

Dari pola tersebut, dapat kita simpulkan bahwa minat masyarakat untuk topik Dilan 1990 cukup tinggi.

Kata kunci tersebut dapat Anda jadikan topik artikel Anda.

Kedua, bila Anda tetap berkeinginan lingkaran untuk menulis topik yang Anda senangi (yang peminatnya sedikit), padu padankan topik tersebut dengan topik lain yang sedang hangat dibicarakan.

Maksudnya, Anda bisa menulis ihwal topik yang sedang viral digabungkan dengan topik yang Anda minati.

Contohnya bila Anda menyukai topik barang-barang elektronik, Anda sanggup menciptakan artikel ihwal alat eletronik yang hits di kurun Dilan 1990.

Makara disini Anda menggabungkan konsep alat elektronik dengan film Dilan 1990.

artikel tidak dibaca karena web lemot
Sumber gambar: unsplash.com/@pascalvendel

2. Situs web Anda lemot, menciptakan pengunjung beralih ke bacaan lain

Alasan kedua ini tergolong cukup sepele. Namun hal teknis seolah-olah ini justru penting.

Di zaman yang serba instan ini, orang ingin pelayanan yang serba cepat. Salah satunya termasuk kecepatan loading website Anda.

Apabila website Anda lemot, pengunjung akan segera meninggalkan website Anda karena mereka malas menunggu.

Toh, mereka mempunyai banyak alternatif lain untuk mendapat warta yang mereka butuhkan.

Bahkan, berdasarkan Google, setidak-tidaknya website Anda menghabiskan waktu loading sebanyak 4 detik jika tidak ingin ditinggalkan pengunjung.

Saran

Meningat pentingnya kecepatan loading website ini, sebaiknya Anda betul-betul perhatikan aspek ini.

Untuk meningkatkan kecepatan website Anda, Anda dapat pasrahkan urusan teknis kepada developer Anda.

Namun, untuk urusan pembuatan artikel, ada satu hal yang bisa Anda lakukan.

Yakni mengurangi ukuran file gambar yang ada di artikel.

Anda dapat mengurangi ukuran file gambar Anda salah satunya dengan Optimizilla.

Situs web Optimizilla

Anda cukup upload file gambar yang ingin Anda kecilkan ukurannya. Tunggu hingga proses selesai. Lalu download kembali gambar Anda.

Gambar tersebut bisa Anda gunakan dalam artikel yang Anda tulis nanti.

clickbait membuat artikel tidak dibaca
Sumber gambar: pexels.com/@punttim

3. Artikel clickbait yang Anda tulis membuat pembaca geram

Alasan ketiga ini yakni alasan yang paling menyebalkan, membuat orang yang membaca artikel Anda naik pitam.

Artikel clickbait mempunyai judul yang bombastis, memancing keingintahuan pembaca.

Tetapi setelah diklik ternyata konten artikel berbeda 360 derajat dengan judulnya.

Alhasil, pembaca malah geram karena merasa dibodohi.

Artikel-artikel menyerupai ini membuat pembaca mempunyai pengalaman buruk dengan website Anda. Pembaca yang tak puas cenderung meninggalkan website Anda dengan niatan untuk tidak kembali lagi.

Lambat laun, orang justru tidak percaya dengan dapat dipercaya website Anda.

Saran

Tulislah artikel yang tidak menyalahi judulnya.

Konten artikel dengan judul haruslah sesuai. Jika judul artikel mengulas wacana topik marketing, ya konten artikel harusnya membahas marketing juga.

Anda tetap sanggup memanfaatkan rasa keingintahuan pembaca tanpa judul yang bersifat clickbait.

Anda sanggup mengambil ide dari judul artikel Mebiso.

Contohnya judul yang satu ini 6 Bisnis Instagram Tanpa Modal yang Bisa Membebaskanmu Dari Status Misqueen.

Lewat judul tersebut, pembaca dibuat penasaran dengan kata “tanpa modal” yang tentunya menjadi dambaan banyak orang.

Selain itu penulis juga menggunakan istilah yang trendi yakni “misqueen”, menggelitik orang untuk mengklik link artikel tersebut.

Kesimpulan

Memiliki pengunjung yang banyak dan membaca artikel web hingga tuntas yaitu harapan setiap pemilik web.

Untuk menimbulkan mimpi tersebut faktual, ada baiknya Anda menyadari 3 alasan kenapa tidak ada orang yang mampir dan membaca artikel di web Anda.

Lalu, terapkan saran penulis agar Anda mendapat hasil yang maksimal.

Baca juga artikel menarik lainnya:

5 Hal Sepele Tapi Menyebalkan yang Membuat Anda Tidak Punya Teman (dan Cara Mengatasinya)

7 Ide Bisnis Sederhana yang Bisa Dijalankan Caleg Gagal

5 Karakter Unggul yang Harus Dimiliki Founder Startup

Tinggalkan komentar