13 Tips Teruji Yang Harus Anda Perhatikan Saat Awal-Awal Bisnis

Memulai bisnis kadang seperti mencari jodoh. Ketemu yang cocok itu simpel – gampang susah. Terlalu nekat, resiko kena tolak. Terlalu banyak berpikir, keburu diambil orang. Sama mirip menjalankan bisnis, terlalu banyak teori justru memusingkan dan malah menghambat niat bisnis Anda. Ketika Anda memutuskan untuk memulai sebuah bisnis baik secara offline atau online, berarti Anda sudah harus memikirkan tentang bagaimana step by step memulai dan mengembangkannya. Dalam artikel kali ini, Anda akan diajak untuk mengetahui langkah-langkah jitu untuk memulai bisnis biar tepat sasaran.

Mari kita mulai.

1. Perhatikan Kebutuhan di Sekitar Anda

Perhatikan Kebutuhan di Sekitar Anda via blogs.mccombs.utexas.edu

Perhatikan Kebutuhan di Sekitar Anda via blogs.mccombs.utexas.edu

Secara umum, bisnis selalu berawal dari kebutuhan maupun keluhan. Perhatikan apa yang sedang diharapkan atau yang dikeluhkan orang disekitar Anda, baik berupa barang maupun jasa. Contoh sederhananya ialah bila daerah kerja Anda di lantai 3 gedung perkantoran. Sementara untuk fotocopy terlalu jauh dan harus keluar gedung, artinya ada kebutuhan mesin fotocopy di dalam area perkantoran tersebut. Ini merupakan sebuah peluang bagi Anda.

2. Manfaatkan Sumber Daya dan Modal Yang Ada

Manfaatkan Sumber Daya dan Modal Yang Ada via realsuccess.net

Manfaatkan Sumber Daya dan Modal Yang Ada via realsuccess.net

Setelah menemukan kebutuhan, mulailah berburu sumber daya, baik barang maupun jasa. Misalnya mesin fotocopy. Untuk pengadaan barang tentu membutuhkan modal yang cukup. Modal uang bisa dicari melalui pinjaman dari sobat, orang renta, saudara yang mempercayai Anda. Modal barang pun mampu dipinjam melalui metode konsinyasi apabila sudah kenal.

Nah, beda lagi dengan jasa. Anda tidak perlu modal, tetapi penguasaan pasar. Kalau memang tidak ada modal uang sama sekali, buatlah usaha dalam bentuk jasa alasannya adalah perjuangan bidang jasa relatif kondusif dan cukup pakai modal barang yang sudah Anda miliki seolah-olah komputer maupun printer.

3. Tentukan Lokasi

Tentukan Lokasi via screenmediadaily.com

Tentukan Lokasi via screenmediadaily.com

Langkah berikutnya ialah cari lokasi yang stategis. Lokasi strategis ini dalam artian mampu dijangkau dari banyak sekali penjuru dengan simpel. Tahapan awalnya yaitu dengan menjawab pertanyaan ini:

Apakah Anda mau memulai bisnis secara online atau di offline dulu? Saat Anda tetapkan untuk berbisnis online, tentu Anda bisa mulai dengan lebih murah lantaran Anda tidak perlu menyewa toko atau kantor yang relatif lebih mahal. Akan tetapi, bukan berarti dalam pengembangannya, Anda nanti tidak perlu punya lokasi fisik di dunia faktual. Begitu pula sebaliknya dikala Anda memutuskan untuk memulai bisnis secara offline. Kembangkan bisnis offline Anda dengan memanfaatkan teknologi digital.

4. Percaya Diri Saat Memasarkan

Percaya Diri Saat Memasarkan via thechangeblog.com

Percaya Diri Saat Memasarkan via thechangeblog.com

Dalam memulai bisnis, hambatan paling besar yakni memasarkan produk barang atau jasa yang Anda miliki. Rasa takut atau tidak percaya diri merupakan salah satu yang menjadikan untuk menunda memasarkan produk yang Anda tawarkan. Padahal kunci sukses suatu bisnis ialah proses memasarkan. Maka begitu Anda mempersiapkan produk, sumber daya dan lokasi, beranikan diri untuk menunjukkan produk Anda. Dengan kata lain berani menanggung resiko apabila tidak ada yang memperhatikan atau malah mencemoohkan produk yang Anda tawarkan. Anda harus konsisten dengan apa yang Anda tawarkan. Buktikanlah kepada pelanggan bahwa apa yang Anda pasarkan itu diharapkan dan menjadi solusi atas permasalahan yang ada.

5. Tanam Kepercayaan

Jagalah kepercayaan para pelanggan yang telah menggunakan barang atau jasa yang Anda berikan. Tanamkan pada mereka bahwa produk yang Anda ciptakan yaitu produk yang layak untuk mereka konsumsi atau pergunakan. Pastikan layanan dan pelayanan Anda yaitu layanan terbaik yang Anda berikan.

6. Juallah Benefit

Memasarkan yakni aktifitas wajib bagi para entrepreneur. Jika Anda mempunyai kompetitor yang menjual produk serupa seperti apa yang Anda tawarkan, pada risikonya Anda akan menjual dengan harga pas-pasan, bahkan menjual dengan harga dibawah rata-rata. Tentunya Anda tidak ingin terjebak dalam persaingan harga seolah-olah di atas, bukan? . Padahal ada banyak sekali faktor yang mempengaruhi sebuah pembelian selain harga, contohnya yakni benefit. Tawarkan nilai benefit melebihi harga yang Anda berikan sehingga Anda tidak perlu terjebak dalam persaingan harga.

7. Kontrol Jalannya Usaha Anda

Pada awal-awal Anda menjalankan bisnis, alangkah baiknya jika Anda kerjakan sendiri dulu. Dengan kata lain Anda melakukannya dengan tenaga yang Anda miliki dan memanfaatkan sumber daya yang ada. Saat Anda sudah mencicipi kewalahan dan membutuhkan pertolongan orang lain, bolehlah Anda cari partner untuk menjalankan dan mengembangkan usaha Anda. Ketika merekrut karyawan, pastikan kondisi Anda sudah mulai menghasilkan revenue dan stabil biar karyawan bisa semangat untuk bekerja dan membuat hal – hal gres.

8. Pinjam Meminjam

Pengusaha pemula biasanya kesulitan untuk menjalankan usahanya alasannya keterbatasan modal. Ketika muncul situasi tak terduga mirip kebanjiran order, atau ketetapan pemerintah dalam penggajian karyawan, maka meminjam uang yaitu faktor fleksibel yang harus menjadi pertimbangan Anda. Pastikan perjanjian pinjam meminjam ada hitam di atas putihnya dan memiliki poin-poin yang terang bagi kedua belah pihak.

9. Kembangkan Strategi, Rencana, dan Ide yang Kreatif

Brainstorming otak anda untuk terus menerus menelurkan pandangan gres-inspirasi untuk bisnis Anda lebih kreatif. Baik dari segi produk, pengelolaan modal, promo hingga planning – planning kreatif lain yang lebih efektif.

10. Gunakan Revenue Pertama dengan Cerdas

Saat Anda memutuskan untuk menjadi seorang pengusaha, berarti Anda harus siap menginvestasikan kembali sebagian dari laba atau keuntungan yang telah Anda dapatkan. Jangan terlena dengan revenue yang Anda dapatkan. Mulailah dengan memisahkan rekening pribadi Anda dengan rekening bisnis Anda.

11. Fokus

fokus via opin.com

fokus via opin.com

Menjalankan bisnis dihentikan setengah – setengah. Godaan para pebisnis pemula yaitu sudah merasa mempunyai pendapatan yang banyak, sudah ada yang menjalankan, mereka mencoba untuk membuka bisnis yang kedua. Ini merupakan kesalahan fatal bagi pengusaha pemula. Fokuslah untuk mengembangkan bisnis dan produk turunan Anda.

12. Bergabunglah dengan Komunitas Bisnis

Komunitas Bisnis via Komunitas Tangan Di Atas

Komunitas Bisnis via Komunitas Tangan Di Atas

Sebelumnya pasti dari kita sudah sangat erat mendengar kata komunitas, bahkan menjadi salah satu anggota dalam satu komunitas tertentu. Komunitas memang dijadikan sebagai sarana mengembangkan warta penting perihal aneka macam hal yang berhubungan dengan komunitas dan lingkungan itu sendiri.

Berbagai komunitas dibentuk untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan berkumpul dan menerima gosip yang semakin hari semakin kaya ini. Terlebih dengan berkembangnya teknologi kini komunitas sanggup kita jumpai melalui media online. Lihat saja sudah berapa ratus atau ribu komunitas yang dibentuk di media online, mulai dari Facebook, Twitter, Instagram dan lain sebagainya. Komunitas bisnis dalam jangka panjang akan mendorong kemajuan perjuangan Anda, sehingga akan berdampak pada peningkatan omzet perusahaan.

Carilah komunitas yang mempunyai sifat keanggotaan secara terbuka, mirip Komunitas Tangan Di Atas. Biasanya di komunitas ini banyak ilmu yang bisa didapatkan. Anda juga akan mencar ilmu bersama dengan orang lain. Manfaat bergabung dengan komunutas ini yakni akan menerima sahabat gres dan bisa mengembangkan pengalaman dan dongeng. banyak pengusaha sukses maupun yang gres memulai usahanya bergabung dengan komunitas.

 

13. Carilah Mentor Bisnis

Carilah mentor bisnis via flickr.com

Carilah mentor bisnis via flickr.com

Dibalik suksesnya para pengusaha, ada mentor bisnis yang handal untuk membantunya tetap berhasil dalam perjalanannya. Mereka tidak ragu untuk merogoh kantong yang dalam untuk membayar mentor bisnis. Mereka sadar tidak semua keahlian dan pengetahuan dimilikinya. Mentor mengatakan banyak saran baik untuk kinerja diri sendiri maupun kinerja tim. Anda sadar bahwa setiap problem tidak bisa dihadapi sendiri dan tidak semua orang terdekat sanggup secara niscaya membantu memberi solusi pada dilema yang sedang dihadapi. Maka dari itu dibutuhkan mentor yang handal dan cerdas.

“Fokuslah! Satu bisnis cukup untuk membuatmu kaya. Solaria cuma rumah makan, tetapi omzetnya di atas 100 Milyar per bulan.”  -Jaya Setiabudi-

 

 

 

Bila Anda memiliki kesulitan atau cerita menarik dan ingin disampaikan, Mebiso.com akan sangat antusias kalau Anda mengembangkan pengalaman Anda pada kolom di bawah ini.

Tinggalkan komentar