13 Prinsip Dasar Mendirikan Perusahaan Bagi Entrepreneur

Mendirikan sebuah organisasi atau perusahaan bukan masalah yang sanggup selesai dalam hitungan menjetikkan jari. Untuk memastikan perusahaan yang Anda bangun mampu berjalan dengan keselarasan yang baik, efektif, efisien serta sesuai dengan kebutuhan maka Anda perlu menanamkan dasar-dasar yang kuat dalam pendirian perusahaan Anda. Seperti apa? Artikel ini akan membahas perihal langkah-langkah dalam mendirikan perusahaan kelas dunia yang sudah teruji. Mari kita kupas satu persatu.

1. Visi (Principle of Organizational Objective)

steve jobs

Steve Jobs via incredibleweird.com

Apa visi Anda mendirikan perusahaan? Apakah tujuan Anda yaitu menerima keuntungan, atau menyelesaikan duduk masalah dan menyediakan layanan? Anda harus mendefinisikan dulu visi Anda alasannya yaitu visi yang manis yakni yang menggerakkan diri sendiri dan menggerakkan orang lain untuk membantu Anda.

2. Kesatuan Visi (Principle of Unity of Objective)

larry page and sergey brin

Larry Page and Sergey Brin via 38.media.tumblr.com

Tanpa adanya kesatuan tujuan antar individu maka tujuan perusahaan tidak akan tercapai. Setiap individu dalam perusahaan akan berlomba-lomba untuk mencapai tujuan mereka sendiri-sendiri dan mengabaikan tujuan yang lebih besar, yaitu tujuan perusahaan. Oleh alasannya adalah itu, Anda perlu menanamkan kesepakatan untuk menyatukan visi setiap stakeholder dalam perusahaan Anda.

3. Kesatuan Perintah (Principle of Unity of Command)

jack ma

Jack Ma via www.viralsumo.com

Di perusahaan manapun, pada upaya pencapaian tujuan harus ada SATU komando untuk memerintah timnya. Agar sebuah perintah sanggup dipertanggungjawabkan oleh satu orang saja. Dengan demikian, tim Anda mampu secara maksimal dalam satu komando yang bertanggungjawab.

4. Rentang Kendali (Principle of The Span of Management)

tony hsieh

Tony Hsieh via recodetech.files.wordpress.com

Anda harus tahu berapa rentang jumlah bawahan yang mampu dipimpin oleh seorang manajer secara efektif. 3, 4, 9 orang? Dengan mengetahui kecakapan manajer, penunjukan personel dan pendelegasian peran bisa jadi lebih simpel.

5. Pendelegasian Wewenang (Principle of Delegation of Authority)

sundar pichai

Sundar Pichai via storyaround.com

Prinsip ini yaitu bagaimana seorang pimpinan dapat membagi kiprah pada individu di setiap divisinya dengan terperinci. Manajer sebagai pemimpin juga harus mampu mengetahui apa saja tugas dan perintah yang telah didelegasikan pada bawahannya untuk menjalankan fungsi kontrol dengan baik.

6. Keseimbangan Wewenang Tanggungjawab (Principle of Parity of Authority)

nadiem makarim

Nadiem Makarim via itechmagz.com

Tanggungjawab yang didelegasikan oleh pimpinan pada bawahan harus seimbang dengan wewenangnya. Salah satunya dilarang lebih besar atau lebih kecil biar bawahan mampu melaksanakan tanggungjawab yang didelegasikan tanpa hambatan.

7. Tanggung Jawab (Principle of Responsibility)

Tony Fernandes

Tony Fernandes via wikimedia.org

Seorang bawahan hanya mempertanggungjawabkan tugasnya kepada pemberi wewenang. Sehingga pertanggungjawaban sanggup sesuai dengan garis wewenang (line of authority). Maka seorang manajer perlu menunjukkan sebuah deadline.

8. Pembagian Kerja (Principle of Departementation)

Pembagian kiprah dalam satu unit kerja harus memiliki relasi pekerjaan yang saling terkait. Sangatlah penting supaya divisi-divisi dalam perusahaan Anda untuk mempunyai job description yang lebih terstruktur.

9. Penempatan Personalia (Principle of Personnel Placement)

Penempatan karyawan harus didasarkan pada keahlian, kecapakan dan keterampilannya, istilahnya ialah The Right Man On The Right Place. Oleh alasannya itu Anda harus melaksanakan seleksi yang obyektif dan berpedoman pada job specification untuk menciptakan sebuah perusahaan berjalan dengan optimal.

10. Jenjang Berangkai (Principle of Scalar Chain)

elon musk

Elon Musk via brainprick.com

Perintah yang diberikan kepada bawahan harus merupakan perintah yang sifatnya vertikal dan tidak terputus-putus. Maksudnya ialah perintah yang langsung dan terang dari atasan kepada bawahan yang kedudukannya tepat di bawah garis kuasanya, tanpa melompati satu atau lebih jenjang kedudukan.

11. Efisiensi (Principle of Efficiency)

mark zuckerberg

Mark Zuckerberg via relevantmediagroup.com

Sebuah perusahaan harus mampu menempatkan dimana kiprah yang harus dikerjakan terlebih dahulu untuk mendapat hasil yang maksimal. Artinya, apabila sebuah tugas bisa dikerjakan dengan waktu singkat, tidak ada salahnya dikerjakan tanpa adanya penundaan. Waktu Anda sanggup jadi lebih efisien untuk melaksanakan tugas selanjutnya.

12. Kesinambungan (Principle of Continuity)

chairul tanjung

Chairul Tanjung via assets.kompasiana.com

Perusahaan harus mengusahakan cara-cara yang sanggup menjaga kelangsungan hidupnya dan anggota di dalamnya. Peran Anda di sini ialah menanamkan faham betapa pentingnya melaksanakan sebuah pekerjaan secara kesinambungan atau kontinuitas sebab kalau ditinggalkan sanggup membuat perusahaan Anda kolaps sewaktu-waktu.

13. Koordinasi (Principle of Coordination)

Asas koordinasi yakni rangkaian dari asas-asas lainnya. Fungsinya untuk mengintegrasikan setiap tindakan supaya lebih terarah dan tertuju dengan benar pada tujuan awal perusahaan Anda.

 

Penasaran dengan cara implementasi mendirikan bisnis besar? Anda bisa langsung tahu dengan klik >>  http://mebiso.com/kalau-anda-ingin-meningkatkan-knowledge-bisnis-memperluas-networking-promosi-produk-event-ini-yang-harus-anda-ikuti/

 

Setelah membaca artikel ini, kini giliran Anda untuk bergerak dan melangkah maju. Bangun bisnis Anda dan jadilah tak terkalahkan. Semoga bermanfaat!

 

Jika ada pertanyaan atau ingin berbagi pengalaman, Anda bisa berbagi dengan Mebiso.com pada kolom komentar di bawah ini.

Tinggalkan komentar