10 Tantangan Ketika Mengelola Sdm Bagi Pelaku Ukm

Seringkali ketika mengobrol dengan rekan-rekan pemilik UKM dan startup, Mebiso.com mendapat celetukan mengenai bagaimana mereka kesulitan mengatur duduk kasus kepegawaian. Mulai dari mereka yang kesulitan mencari pegawai sampai bingung menentukan berapa honor yang seharusnya dibayarkan. Hal ini bisa dimaklumi alasannya yakni UKM biasanya hanya fokus pada jadwal sales dan marketing untuk mempertahankan bisnis mereka. Maka persoalan kepegawaian menurut mereka bisa ‘dipikirkan belakangan’. Padahal siapapun dapat mempelajari fungsi HRD semenjak dini untuk menghindari meledaknya masalah kepegawaian di belakang. Apa saja? Berikut sedikit ilustrasi tentang 10 tantangan mengelola SDM yang akan Anda hadapi. Dengan demikian Anda siap dengan segala resiko dan solusi yang mampu diambil untuk mengatasinya. Mari kita simak.

1. Kesulitan dalam proses rekruitmen

Selayaknya pemain gres, mereka biasanya minim pengalaman. Inilah yang biasanya menjadi hambatan tersendiri bagi pelaku UKM. Mereka kesulitan menentukan standar proses rekruitmen. Alhasil mereka langsung saja mencontoh sejumlah proses rekruitmen dari perusahaan lain yang padahal sama sekali tidak sesuai jikalau diterapkan pada bisnisnya.

2. Menetapkan peraturan

Dari yang awalnya tidak ada menjadi ada peraturan, kadang menjadi beban tersendiri dikala disosialisasikan. Apalagi jika aturan tersebut baru dibuat di belakang hari. Rasanya akan sangat kaku dan tidak fleksibel. Pemilik perjuangan terkadang tidak bisa memilih poin-poin apa saja yang harus diatur, selain itu ada pula ketakutan kalau karyawan akan mengendor dengan adanya peraturan perusahaan.

3. Mengarahkan ke tujuan yang sama 

Karyawan dengan mental asal kerja tidak akan membuahkan engagement yang bagus bagi perusahaan. Sedangkan mental asal kerja sendiri bukan sepenuhnya kesalahan karyawan. Bisa jadi karena pemilik usaha kurang mengkomunikasikan visi dan misinya. Mengarahkan karyawan sesuai dengan tujuan kita pun juga bukan hal yang mudah, perlu brainstorming yang intens agar mereka menyatu dengan kita. Kemampuan leadership inilah yang biasanya kurang diasah oleh pelaku UKM sehingga mengatakan kesan kurang karismatik.

4. Mengembangkan kompetensi karyawan

Sedikit sekali pemilik perjuangan yang memahami dengan sempurna dimana potensi karyawannya. Bisa jadi lantaran tidak adanya komunikasi atau bidang yang tidak cocok sehingga potensi karyawan tidak nampak begitu saja. Kita tidak akan mendapatkan potensi yang maksimal dari karyawan, sebab mereka cenderung tidak merasakan adanya jenjang skill ketika bekerja dengan anda.

5. Menilai kinerja karyawan

Memang benar pernyataan bahwa kinerja karyawan akan meningkat dikala kita memperlihatkan motivasi. Namun, bila kita tidak melaksanakan pemantauan dan koreksi, maka kinerja yang baik ini tidak akan bertahan usang. Secara manusiawi, setiap orang akan menggampangkan apa yang mereka kerjakan alasannya adalah merasa tidak ada koreksi. Inilah yang sering luput dari pemilik perjuangan. Bisa saja alasannya yakni keterbatasan waktu sehingga tidak ada waktu yang sanggup dialokasikan untuk mengecek satu demi satu pekerjaan pegawainya.

6. Menentukan reward punishment

Manusia selalu terpicu dengan 2 hal, yaitu Pain dan Gain. Ada yang kinerjanya maksimal jika diberikan hadiah, namun ada pula yang lebih maksimal jika dibayangi denda. Tipe seperti ini harus Anda ketahui dulu pada pegawai Anda. Sehingga untuk memaksimalkannya Anda bisa menggunakan sistem reward and punishment. Hanya saja, pemilik bisnis kadang kesulitan menentukannya, hadiah apa yang pantas serta sanksi apa yang bisa membuat jera. Untuk itu coba saja membuat akad bersama.

7. Mengatasi keterbatasan finansial

Setiap perusahaan pasti sangat menginginkan dapat melaksanakan fungsi HRD sesuai dengan undang-undang yang berlaku. Simpelnya di urusan penggajian. Pasti Anda ingin menyampaikan minimal sesuai dengan UMK. Namun, adanya keterbatasan finansial membuat hal ini kadang menjadi hambatan hingga kesudahannya terpaksa harus meminimalisir jumlah karyawannya untuk menyeimbangkan arus keuangan bisnisnya.

8. Menghadapi tuntutan karyawan

Setiap karyawan pasti mempunyai pola pikir, kebutuhan, atau cita-cita yang berbeda-beda. Ada kalanya mereka menuntut adanya pengadaan atau perubahan sesuatu kepada pemilik dan hasilnya tak sedikit pula pemilik UKM yang kesusahan menghadapi hal ini secara bijak. Perlu adanya komunikasi yang baik untuk menyikapi hal seolah-olah ini.

9. Mempertahankan karyawan

Tantangan yang dihadapi pula di perusahaan besar adalah mempertahankan karyawan. Beratnya lagi jika di UKM adalah number of lead penggantinya tidak mudah dicari. Untuk itu cara-cara mempertahankan karyawan juga menjadi tantangan. Hal yang mungkin paling mudah anda lakukan agar pegawai Anda betah di perusahaan Anda adalah menghargai dan menciptakan budaya kantor yang fun.

10. Memberhentikan karyawan

Sangat sulit memang menghilangkan rasa sungkan memberhentikan karyawan apalagi kepada karyawan yang mungkin sudah akrab dengan kita. Namun, bila memang kinerjanya tidak sesuai dengan ekspektasi kita, apa boleh buat. Perusahaan pasti ingin bergerak maju. Maka jikalau memberhentikan karyawan merupakan jalan satu-satunya, ketegasan Anda lah yang harus bermain.

“HRD itu seolah tidak penting, tapi fungsinya harus ada”,

Bapak Made Gunartha, Mentor Manajemen SDM

Bukan berarti Anda harus punya satu pegawai khusus HRD. Namun, lebih ke fungsional. Yang mana artinya pelaku UKM harus bisa melengkapi dirinya dengan aneka macam fungsi HRD, menyerupai mediator konsultasi, mengembangkan karyawan, dan seleksi karyawan. Dengan demikian, kelak bila Anda sudah punya minimal 1 karyawan, Anda sanggup mentransisi beban pekerjaan dengan simpel dan tepat sasaran.

 

Tinggalkan komentar